Mendikdasmen: Vokasi Harus Perkuat AI dan Industri

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat berdialog dengan Robot pintar. (ist)
www.majelistabligh.id -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan Gedung Galeri Kejuruan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Cimahi, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

Peresmian gedung ini sekaligus membuka rangkaian Gelar Karya Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Vokasi bertema “Etalase Karya, Kemitraan Industri, dan AI untuk Transformasi Pendidikan Vokasi”.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Galeri Kejuruan bukan sekadar ruang pameran statis, melainkan pusat inovasi yang dinamis. Ruang ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan karya guru, inovasi siswa SMK, serta kebutuhan industri masa kini.

“Gedung Galeri ini menjadi pusat yang menampilkan berbagai inovasi, kreativitas, dan capaian berbasis teknologi dari SMK se-Indonesia. Koleksinya harus terus diperbarui setiap tahun agar dinamika perkembangan teknologi dan kreativitas vokasi selalu terlihat,” ujar Mu’ti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa peresmian fasilitas ini merupakan bukti nyata akselerasi mutu vokasi dari ranah konsep menuju praktik. Pasalnya, tantangan vokasi saat ini meliputi pesatnya perkembangan teknologi, integrasi industri yang belum optimal, serta ketimpangan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Menurut Tatang, Galeri Kejuruan dirancang sebagai rumah inovasi tempat guru belajar dan siswa berkarya. Kemitraan dengan DUDI diwujudkan dalam aksi konkret seperti teaching factory, penyusunan kurikulum bersama, proyek kolaboratif, hingga sertifikasi kompetensi.

“Kita tidak ingin Nota Kesepahaman (MoU) hanya menjadi dokumen yang tersimpan rapi di atas meja. MoU harus benar-benar turun dan diimplementasikan ke dalam kelas,” tegas Tatang.

Peningkatan kompetensi pendidik ini telah dibuktikan melalui Gelar Karya hasil Pelatihan Daring Terbimbing Angkatan 6 yang diikuti 320 guru SMK, serta pelatihan produksi iklan animasi 3D terintegrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi 16 instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Hasilnya tidak berhenti pada sertifikat, melainkan menghasilkan modul pembelajaran, perangkat ajar, serta inovasi yang siap diterapkan di bengkel kerja sekolah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search