KKN UMSURA Soroti Pernikahan Dini dan Perundungan di Desa Dapet

KKN Umsura bergerak melakukan pemetaan sosial di desa Dapet, Balungpanggang Gresik. (ist)
www.majelistabligh.id -

Tingginya angka pernikahan usia dini serta maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi temuan krusial dalam pemetaan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Persoalan sosial yang mengancam masa depan remaja ini kini menjadi fokus utama penanganan program pengabdian mereka.

Sebanyak 19 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 27 KKN UM Surabaya bergerak serentak di tiga dusun, yaitu Dusun Kedungdowo, Dusun Dapet, dan Dusun Sugihwaras. Melalui wawancara mendalam dengan para kepala dusun dan perangkat desa, mereka menggali akar masalah, potensi wilayah, hingga harapan riil masyarakat.

Ketua Kelompok 27 KKN UM Surabaya, Taufiq, menegaskan bahwa pemetaan sosial (social mapping) ini sengaja dilakukan sejak awal agar program kerja yang dicanangkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka.

“Kami ingin program yang dijalankan berbasis data lapangan yang akurat. Oleh karena itu, kami berdiskusi langsung dengan para kepala dusun untuk memahami kondisi nyata di masyarakat,” ujar Taufiq.

Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa tidak hanya menyoroti masalah pelayanan publik—seperti pemerataan layanan Posyandu, akses pendidikan anak, dan sektor pertanian—tetapi juga memberikan perhatian besar pada isu kesehatan mental dan ketahanan keluarga.

Informasi mendalam yang diperoleh dari Kepala Dusun Kedungdowo serta Kepala Dusun Dapet, bahwa kerentanan penyalahgunaan NAPZA, pernikahan dini, dan perundungan antarpelajar memerlukan penanganan yang mendesak.

Taufiq menambahkan, fenomena sosial ini menuntut pendekatan edukatif yang kolaboratif, melibatkan pihak sekolah, orang tua, hingga pemerintah desa.

“Data lapangan ini akan kami gunakan sebagai dasar penyusunan program edukasi dan sosialisasi, khususnya pencegahan pernikahan dini bagi siswa SMP. Kami ingin materi yang disampaikan benar-benar menyasar akar masalah di Desa Dapet,” imbuhnya.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Langkah taktis mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi positif dari Kepala Dusun Dapet, Sandi. Menurutnya, pendekatan berbasis data dan aspirasi warga seperti ini membuat program mahasiswa menjadi jauh lebih relevan dan tepat sasaran.

Sandi berharap hasil pemetaan ini melahirkan rekomendasi konkret yang bisa diadopsi oleh pemerintah desa dalam menyusun program pembangunan sosial ke depan.

Melalui kolaborasi yang partisipatif ini, Kelompok 27 KKN UM Surabaya optimis dapat menghadirkan solusi nyata yang berkelanjutan, sekaligus membawa perubahan positif bagi masa depan generasi muda di wilayah tersebut. || gus sholikh

 

Tinggalkan Balasan

Search