LAZISMU Jatim Susun Standarisasi Layanan Ambulans melalui FGD, Perkuat Integrasi dan Profesionalisme

LAZISMU Jatim Susun Standarisasi Layanan Ambulans melalui FGD, Perkuat Integrasi dan Profesionalisme
www.majelistabligh.id -

LAZISMU Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun standarisasi layanan ambulans sekaligus memperkuat sistem koordinasi antarwilayah. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Mahasiswa Dau, Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2026), itu diikuti 45 peserta dari 17 LAZISMU kabupaten/kota di Jawa Timur, terdiri atas pengurus, pengelola, dan pengemudi ambulans.

FGD menghadirkan narasumber Jamilatus Sa’diyah dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur serta Wakil Sekretaris LAZISMU Jawa Timur, Zaenal Abidin, PhD.

LAZISMU Jatim Susun Standarisasi Layanan Ambulans melalui FGD, Perkuat Integrasi dan Profesionalisme
FGD menghadirkan narasumber Jamilatus Sa’diyah dari MPKU Pimpinan Wilayah Muhammadiyah PWM Jawa Timur serta Wakil Sekretaris LAZISMU Jawa Timur, Zaenal Abidin, PhD dipandu Aditio Yudono, Wakil Ketua Lazismu Jatim. (dok lazismu)

Ambulans merupakan salah satu layanan utama dalam Program Indonesia Mobile Clinic (IMC) pada pilar kesehatan LAZISMU Jawa Timur. Saat ini, lebih dari 60 armada ambulans berbagai jenis telah beroperasi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan mayoritas berfungsi sebagai ambulans transporter.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulans mendorong LAZISMU Jawa Timur melakukan evaluasi menyeluruh. Sejumlah tantangan yang dihadapi antara lain belum seragamnya standar pelayanan, skema pendanaan operasional, kompetensi pengemudi dan fasilitator, hingga perlunya integrasi sistem koordinasi antardaerah agar layanan semakin responsif, profesional, akuntabel, dan terintegrasi.

Anggota Badan Pengurus LAZISMU Jawa Timur Bidang Pelayanan Ambulans dan Aksi Kemanusiaan, Achmad Saifu, mengatakan FGD tersebut bertujuan memetakan berbagai persoalan dalam layanan ambulans sekaligus merumuskan solusi bersama.

“FGD ini diselenggarakan guna merumuskan Standard Operating Procedure (SOP) bersama, memetakan masalah, dan menyusun strategi pengelolaan ambulans yang lebih unggul di tingkat wilayah Jawa Timur. Oleh sebab itu kegiatan diskusi ini terfokus tentang pengelolaan dan operasional ambulans dengan tema Menuju Layanan Ambulans LAZISMU se-Jatim Profesional dan Terintegrasi,” kata Achmad Saifu saat membuka FGD, Selasa pagi.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Mamak itu, forum tersebut juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pengelola ambulans di daerah.

“Kita mengidentifikasi bersama berbagai kendala, utamanya berkaitan dengan operasional, pendanaan, dan pemeliharaan ambulans di masing-masing daerah. Oleh karena itu diperlukan standardisasi layanan,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, peserta menyusun draf standardisasi pelayanan ambulans yang mencakup kualifikasi pengemudi, kelengkapan fasilitas armada, serta standar operasional pelayanan pasien maupun jenazah.

Selain itu, FGD juga membahas pengembangan sistem jaringan ambulans LAZISMU se-Jawa Timur melalui sistem komando dan koordinasi berbasis digital. Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap permintaan layanan maupun rujukan pasien antarkabupaten dan antarkota.

Achmad Saifu menegaskan, aspek keberlanjutan pembiayaan juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan FGD.

“Nah yang paling penting adalah keberlanjutan finansial yaitu merumuskan formula pendanaan operasional ambulans yang mandiri dan akuntabel tanpa membebani mustahik atau masyarakat pengguna,” pungkasnya. (adt)

 

Tinggalkan Balasan

Search