Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur berkomitmen menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar daging kurban yang dihimpun tidak langsung dibagikan habis selama hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah), melainkan diolah menjadi produk pangan siap saji yang memiliki masa simpan panjang.
Program ini menjadi bagian dari upaya Lazismu Jatim dalam mengembangkan manajemen kurban modern yang tidak hanya berorientasi pada distribusi sesaat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan kesiapsiagaan kebencanaan.

Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Jawa Timur, Dr Syamsuddin, MAg menjelaskan bahwa pengemasan daging kurban dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
“Pengemasan daging kurban ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat jangka panjang dengan sasaran seluas-luasnya. Selama ini Lazismu mengemas daging kurban menjadi kemasan Rendangmu, bakso maupun sosis,” ujar Dr Syamsuddin yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu.
Menurut Syamsuddin, produk olahan daging kurban tersebut memiliki masa kedaluwarsa hingga hampir dua tahun. Dengan demikian, daging kurban tidak hanya dinikmati pada momentum Iduladha, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai program kemanusiaan dan ketahanan pangan sepanjang tahun.
“Tentu kita berdoa kepada Allah Swt agar tidak lagi terjadi bencana alam, namun faktanya hampir setiap tahun kita di Indonesia ini diberi cobaan entah itu gunung meletus, bencana banjir bandang, tanah longsor. Dengan kemasan daging kurban yang ada kita salurkan di saat para korban bencana alam sangat membutuhkan,” ujar Dr. Syamsuddin.
Sementara itu, Anggota Pengurus Lazismu Jawa Timur Bidang Kelembagaan dan SDM, Agus Lukmanu Hidayat, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan Kurban 1447 Hijriah/2026 ini, Lazismu Jatim menargetkan produksi sebanyak 117 ribu kaleng Rendangmu.
Produk tersebut akan menjadi bagian dari stok logistik kemanusiaan yang dapat didistribusikan secara cepat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
“Tahun ini Lazismu Jatim menargetkan 117 ribu kaleng Rendangmu. Dengan masa kadaluwarsa Rendangmu sekitar dua tahun, produk ini mendukung ketersediaan bahan makanan untuk bantuan korban bencana,” ujarnya.
“Jadi memang available untuk cadangan kebencanaan, kemanusiaan dan ketahanan pangan,” tambah Agus.
Melalui program Rendangmu, konsep ketahanan pangan diwujudkan secara nyata. Produk ini tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pangan dan membantu perbaikan gizi masyarakat rentan secara ekonomi, tetapi juga diproyeksikan sebagai cadangan logistik makanan siap saji yang efektif, praktis, dan mudah didistribusikan ke berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia.
Untuk menjaga kualitas produk, Lazismu Jatim menggandeng perusahaan pengolahan pangan profesional yang berbasis di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kerja sama tersebut mencakup proses produksi, pengemasan, hingga pengawasan mutu agar produk yang dihasilkan memenuhi standar higienitas, keamanan pangan, dan cita rasa yang baik.
Dengan manajemen kurban yang modern dan visioner ini, Lazismu Jatim tidak hanya menghadirkan berkah Iduladha yang dinikmati dalam waktu singkat, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan yang dapat dirasakan masyarakat sepanjang tahun. Melalui Rendangmu dan berbagai produk olahan lainnya, semangat berbagi dari ibadah kurban terus hidup dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan dan terdampak bencana. (ono)
