Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Aula Mas Mansur, Kantor PWM Jatim, pada Ahad (21/6/2026). Momentum krusial ini dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua PDM yang membidangi LDK, utusan LDK se-Jawa Timur, serta perwakilan dari PW ‘Aisyiyah dan DPD IMM Jatim.
Ketua LDK Jatim, Drs. Muhammad Tholha, M.Ag., menegaskan bahwa agenda ini memegang peranan yang sangat penting dan strategis bagi arah gerak organisasi ke depan.
“Rakorwil ini menjadi pijakan utama kita untuk merumuskan berbagai program unggulan LDK sepanjang tahun 2026. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara ini dengan komitmen tinggi dan semangat yang menyala,” ujar Tholha.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM. Dalam pidato pembukaannya, Sholihin menggarisbawahi bahwa dinamika bangsa saat ini menuntut Muhammadiyah untuk hadir membawa solusi nyata bagi umat dan negara. Di balik beratnya medan perjuangan, ia melihat ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan.

“Situasi nasional saat ini memang menghadirkan tantangan yang semakin luas dan berat. Namun, di balik setiap kesulitan, selalu ada peluang emas bagi dakwah Muhammadiyah untuk menunjukkan perannya secara nyata,” ungkap Sholihin.
Secara rinci, Sholihin memetakan empat tantangan utama yang tengah dihadapi saat ini:
- Tantangan Ideologis: Masih adanya stereotip dan salah paham dari sebagian masyarakat yang belum melihat Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah yang membawa maslahat.
- Tantangan Teologis: Realitas di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami ajaran Islam secara mendalam dan benar.
- Tantangan Ekonomis: Himpitan ekonomi yang membuat sebagian besar warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Tantangan Politis: Iklim politik yang tidak menentu, yang berimbas pada menurunnya optimisme serta semangat nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara.
Lima Kunci Akselerasi Dakwah Komunitas
Merespons empat persoalan mendasar tersebut, Sholihin menawarkan lima formula taktis agar dakwah Muhammadiyah tetap relevan dan dicintai masyarakat. Formula tersebut dirangkum dalam konsep Akselerasi, Kolaborasi, Strategi, Kreasi, dan Simpati.
“Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Dakwah Muhammadiyah hari ini butuh percepatan (akselerasi) dan kerja sama dengan berbagai pihak (kolaborasi). Kita juga memerlukan formula yang tepat (strategi), sentuhan inovasi yang segar (kreasi), serta pendekatan yang memikat hati (simpati),” tegasnya memotivasi peserta.
Melalui sinergi kelima aspek ini, LDK PWM Jatim optimis bahwa dakwah komunitas yang diusung Muhammadiyah akan mampu bertransformasi menjadi jawaban sekaligus pilar penyejuk di tengah kompleksitas kehidupan bermasyarakat. || sholihin fanani
