Muhammadiyah memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kanal donasi digital. Muhammadiyah menyediakan infrastruktur teknologi melalui fitur Donasi pada aplikasi MASA, sementara Lazismu mengelola dan menyalurkan dana yang terkumpul kepada masyarakat terdampak melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Perluasan akses donasi digital ini menjadi bagian dari respons Muhammadiyah yang sebelumnya dituangkan dalam Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, NTT.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, menyampaikan bahwa kehadiran kanal donasi digital tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan Lazismu untuk memastikan masyarakat dapat memberikan bantuan dengan mudah dan bantuan dapat segera menjangkau korban bencana.
“Setiap donasi yang masuk adalah amanah. Kami memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Senin (24/8/2026).
Sementara Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi, mengatakan bahwa teknologi harus mampu menjadi sarana yang memudahkan masyarakat dalam melakukan aksi kebaikan, terutama dalam situasi darurat.
“Dalam situasi bencana, teknologi seharusnya membuat orang lebih mudah membantu, bukan menambah hambatan,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran penghimpunan donasi, LabMu juga melakukan persiapan dan pemantauan sistem guna menjaga stabilitas layanan serta kelancaran transaksi selama masa tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan transaksi dan memastikan proses donasi masyarakat dapat berlangsung dengan baik.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Lazismu akan menyampaikan pembaruan informasi mengenai penghimpunan dan penyaluran dana secara berkala kepada publik. Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengamanatkan setiap tingkatan pimpinan untuk melaporkan hasil penggalangan dana kepada pimpinan di atasnya.
Dengan kolaborasi antara teknologi, lembaga filantropi, dan jaringan kemanusiaan Muhammadiyah, akses masyarakat untuk bergotong royong membantu korban gempa Flores diharapkan semakin luas. Bantuan yang dihimpun melalui kanal digital tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Fitur Donasi di aplikasi MASA hadir sebagai kanal tambahan yang memungkinkan masyarakat berkontribusi secara digital, kapan saja dan dari mana saja, tanpa harus datang langsung ke masjid.
Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui fitur Donasi di aplikasi MASA dengan memilih program kemanusiaan untuk korban gempa NTT, menentukan nominal donasi, kemudian menyelesaikan pembayaran melalui metode digital yang tersedia. (*/tim)
