LKSA Karangpilang: Cetak Generasi Wirausaha Melalui Ternak Lele dan Ayam Petelur

Anak-anak binaan LKSA Karangpilang di peternakan ayam petelur. (ist)
www.majelistabligh.id -

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Karangpilang kini bukan sekadar tempat bernaung bagi anak asuh. Lebih dari itu, lembaga ini telah bertransformasi menjadi pusat inkubasi kewirausahaan yang nyata. Hal ini terlihat jelas dalam rangkaian acara Halalbihalal MPKS PDM Kota Surabaya, Ahad (26/4/2026).

​Setelah sesi tausiyah, suasana Aula LKSA Karangpilang beralih menjadi riuh dengan antusiasme saat para pengurus MPKS dan tamu undangan beranjak menuju area kolam dan kandang produktif milik lembaga.

Di lokasi tersebut, dilakukan prosesi tabur benih ikan lele dan panen telur ayam horen secara massal. Namun, kegiatan ini bukan sekadar simbolis. Program ini merupakan bagian dari kurikulum kemandirian yang didesain agar para santri memiliki keahlian praktis di luar pendidikan formal.

​Ketua MPKS PDM Kota Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi yang dijalankan oleh pengelola LKSA Karangpilang dan MPKS PCM Karangpilang.

​”Kami sangat bangga. Pengelola tidak pernah berhenti mendesain agar para santri selama di asrama memiliki soft skill entrepreneurship yang kuat,” ujar Ferry Yudi di sela-sela peninjauan lokasi.

Integrasi Berbagai Sektor Produktif

Pola kemandirian yang dikembangkan di Karangpilang terbilang komprehensif. Tidak hanya fokus pada satu sektor, mereka mengintegrasikan beberapa unit usaha sekaligus, di antaranya:

  1. Perikanan: Budidaya ikan lele dan nila yang intensif.
  2. Peternakan: Pengelolaan ayam petelur (horen) yang hasilnya langsung dirasakan untuk gizi santri maupun nilai ekonomi.
  3. Pertanian Modern: Budidaya buah melon yang memerlukan ketelitian dan teknik khusus.

​Ferry Yudi menegaskan bahwa keterlibatan santri dalam mengelola “perusahaan” kecil ini akan membentuk mentalitas yang berbeda saat mereka lulus nanti.

​”Saya berkeyakinan dengan proses yang baik ini, kelak anak-anak akan menjadi generasi emas yang tangguh, mandiri, berkarakter, serta taat beribadah,” pungkasnya.

​​Inovasi ini diharapkan menjadi role model bagi LKSA Muhammadiyah lainnya di Surabaya. Dengan memaksimalkan lahan yang ada untuk sektor produktif, LKSA tidak lagi hanya bergantung pada donatur, tetapi perlahan mampu menopang kebutuhan dapurnya sendiri sekaligus memberikan bekal hidup (life skill) bagi para santrinya.

​Aksi panen telur dan tebar benih hari ini menjadi bukti nyata bahwa tangan-tangan kecil para santri Karangpilang kini sedang dilatih untuk menjadi tangan-tangan yang memberi di masa depan. || ferry yudi as

 

Tinggalkan Balasan

Search