Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Bangun Jaringan Tabligh Mart

Ketua MT PP Muhammadiyah menerima bantuan dari Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan RI, untuk membangun jaringan Tabligh Mart. (ist)
www.majelistabligh.id -

Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mematangkan rencana pembentukan Tabligh Mart, sebuah unit usaha ekonomi berbasis masjid di bawah naungan Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan. Inisiatif ini dipaparkan dalam audiensi bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan RI, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan RI menyerahkan dukungan dana operasional sebesar Rp500 juta untuk mengakselerasi pengembangan Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan bagian dari ikhtiar mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban ekonomi. Menurutnya, masjid tak sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga sentra pendidikan, pembinaan sosial, pelayanan umat, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Keuntungan ekonomi bukan tujuan utama, melainkan sarana memperkuat pelayanan kepada jemaah dan masyarakat. Orientasi ekonomi koperasi harus tetap berada dalam kerangka dakwah dan kemaslahatan tanpa menggeser fungsi utama masjid,” tegas Fathurrahman.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat (UAH), menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan riil jemaah di setiap daerah. Ia mengingatkan agar model bisnis tidak dipaksakan secara seragam dari pusat.

“Setiap masjid memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Model usaha harus tumbuh dari bawah (bottom-up) sesuai kebutuhan masyarakat lokal, namun tetap berada dalam tata kelola yang profesional dan transparan,” ujar UAH.

Pandangan tersebut sejalan dengan perwakilan UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan, Napitupulu Yogi Yusuf. Ia menyetujui bahwa pemetaan potensi anggota menjadi kunci agar unit usaha tiap masjid memiliki keunikan dan daya tahan ekonomi yang kuat.

Menutup pemaparan, Ketua Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan, Waluyo, menjelaskan bahwa Tabligh Mart dirancang lebih dari sekadar toko ritel biasa. Unit usaha ini diproyeksikan menjadi pintu masuk integrasi jaringan ekonomi jemaah yang dikelola secara kolektif, profesional, dan berlandaskan prinsip syariah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search