MDMC Dorong Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Salah satu sekolah terdampak bencana banjir. (ist)
www.majelistabligh.id -

Lebih dari 4.000 sekolah di Indonesia hingga kini masih terdampak bencana, menyisakan ribuan peserta didik yang membutuhkan lingkungan belajar aman dan tangguh.

Merespons tantangan besar ini, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah menggelar webinar Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) 2026 bertajuk “Gembira Berkarya untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana”.

Kegiatan yang digelar secara daring ini dirancang sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. MDMC menghadirkan berbagai perwakilan sekolah Muhammadiyah lintas daerah untuk membagikan praktik baik (best practices) dalam penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menegaskan bahwa membangun budaya siaga bencana di ekosistem pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang mendesak.

“Setiap daerah dan sekolah memiliki karakteristik ancaman bencana yang berbeda. Oleh karena itu, penyebarluasan informasi keselamatan sangat krusial agar seluruh warga sekolah paham betul apa yang harus dilakukan saat terjadi situasi darurat,” ujar Budi.

Budi juga mengapresiasi para agen perubahan dari berbagai sekolah yang telah sukses merintis program SPAB. Ia berharap inovasi dan pengalaman konkret mereka mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di bawah naungan Muhammadiyah untuk segera memperkuat mitigasi risiko.

Inspirasi dari Berbagai Daerah

Webinar ini menghadirkan panel narasumber dari berbagai jenjang dan wilayah, di antaranya:

  • SMK Muhammadiyah 3 Metro Lampung
  • SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi
  • SMP Muhammadiyah Prambanan Sleman
  • SD Muhammadiyah Al-Kautsar Sruweng Kebumen
  • SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya

Melalui sesi berbagi ini, para peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai adaptasi program kesiapsiagaan yang disesuaikan dengan potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing—mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran hutan.

Melalui momentum Fortasi 2026, MDMC berharap sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia dapat lebih proaktif mengenali risiko, menyusun prosedur mitigasi, dan membangun budaya keselamatan sejak dini. Langkah penguatan kapasitas ini diyakini menjadi pilar utama dalam menciptakan sekolah tangguh sekaligus melindungi masa depan generasi bangsa. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search