Nasyiatul Aisyiyah Harus Jaga Kebersamaan dalam Kontestasi Muktamar

Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah jelang Muktamar. (ist)
www.majelistabligh.id -

Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah (NA) resmi dibuka di Surakarta pada Kamis (6/8/2027). Agenda ini menjadi pemungkas rangkaian permusyawaratan sebelum pelaksanaan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8/2026) ini, melanjutkan amanat Tanwir II di Serang, Banten, pada September 2025 lalu.

Dalam pembukaan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, mengingatkan seluruh kader agar menjadikan Muktamar sebagai ajang yang mengedepankan kedewasaan, kerukunan, dan kebersamaan, bukan kontestasi yang merusak persatuan.

“Kontestasi silakan jalan, tetapi jangan sampai merusak ukhuwah dan kebersamaan. Kontestasi dilakukan dalam rangka fastabiqul khairat untuk memilih yang terbaik. Cita-cita yang baik harus diraih dengan cara yang terbaik pula,” tegas Agung.

Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa tema yang diusung dalam Tanwir III dan Muktamar ke-15, yaitu “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan,” bukan sekadar slogan. Tema ini merupakan refleksi arah gerak organisasi berlandaskan iman, ilmu, dan amal nyata.

“Tema ini adalah panggilan bagi seluruh kader untuk membuktikan kekuatan organisasi. Ukurannya bukan hanya dari banyaknya kegiatan, melainkan program nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Ariati.

Menjelang puncak Muktamar, Ariati mengajak seluruh peserta untuk menjaga marwah permusyawaratan dengan mengedepankan adab, etika, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Ia menekankan bahwa niat pengabdian yang ikhlas akan melahirkan dinamika organisasi yang dewasa dan bermartabat.

Pembukaan Tanwir III turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, serta jajaran perwakilan dari 35 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah se-Indonesia.

Sebagai forum strategis, Tanwir III bertugas mengevaluasi program kerja, merumuskan arah gerakan, dan memperkuat konsolidasi kader. Melalui agenda ini, Nasyiatul Aisyiyah kian meneguhkan perannya sebagai organisasi perempuan muda Islam yang adaptif, berkemajuan, serta konsisten memberi manfaat bagi umat dan bangsa. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search