Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga Ketua Umum PP Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), meminta agar para imam mengedepankan keteladanan dan menyuarakan nilai kemanusian. Sebab imam masjid menjadi teladan umat, khususnya di daerah pelosok.
Pesan ini disampaikan Menag saat bersilaturahim dengan Pimpinan Wilayah IPIM Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu (26/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Junaidin, serta jajaran pengurus PW IPIM Sulawesi Tengah.
Menag mengingatkan bahwa imam merupakan figur teladan dan tempat bergantung masyarakat. Oleh karena itu, Menag mengimbau agar para imam menjaga sikap dan tidak mempertontonkan persoalan pribadi di ruang publik.
“Imam harus memiliki sifat fashahah (fasih), afif (menjaga diri), muru’ah (bermartabat), istiqamah (konsisten), dan tawadhu (rendah hati). Dengan begitu, wibawa imam akan semakin kuat di tengah masyarakat,” katanya.
Menag berharap keberadaan IPIM dapat memperkuat posisi dan peran imam di tengah masyarakat. Untuk itu, ia menekankan pentingnya persatuan di antara para pengurus dan anggota organisasi.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya pemberdayaan imam masjid melalui penguasaan ilmu keagamaan yang komprehensif. Menag juga menekankan pentingnya sikap moderat dalam beragama serta mendorong transparansi pengelolaan keuangan masjid. Ia menilai, manajemen masjid yang baik akan meningkatkan kepercayaan jemaah dan mempererat hubungan masyarakat dengan masjid.
Dalam kesempatan ini, Menag juga menginformasikan rencana pelaksanaan konferensi imam internasional yang akan digelar pada Agustus 2026 di Kalimantan Timur. “Melalui forum tersebut, kita diharapkan dapat menggagas diplomasi religius dan kemanusiaan. Imam sebagai tokoh agama perlu mampu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. (*/tim)
