Menembus Benteng Seleksi, Siswa SMK Mutu Gondanglegi Goes To JAPAN

Menembus Benteng Seleksi, Siswa SMK Mutu Gondanglegi Goes To JAPAN
www.majelistabligh.id -

Prestasi gemilang di kancah internasional kembali ditorehkan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Array Arasy Firdaus Kemal, siswa kelas XI jurusan Mekatronika ini berhasil terpilih sebagai salah satu dari enam delegasi resmi Indonesia dalam program bergengsi Tokyo Experience Metropolitan Board of Education (TMBoE) 2026 di Jepang.

Program pertukaran pelajar internasional ini merupakan wujud kolaborasi resmi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Dewan Pendidikan Metropolitan Tokyo yang difasilitasi oleh lembaga TEPRO.

Kepala Program Keahlian TITL-Mekatronika SMK Mutu, Muhammad Amsori, M.Pd menyampaikan, ia menerima kabar ini pada Senin (12/10/2026) melalui pengumuman kelulusan final secara terbuka dirilis langsung oleh Instagram @direktoratsmk.

“Tentu saya turut berbahagia dan bangga atas capaian Array. Lolos dalam program ini tidaklah mudah, namun array mampu melewati ini semua. Semoga semua persiapan ini berjalan lancar,” ucap Amsori.

Tenang, Taktik Array Lolos Seleksi

Array menjelaskan, salah satu hal yang ia siapkan dalam mengikuti seleksi kegiatan ini adalah ketenangan emosional. Siswa asal Bojonegoro yang kesehariannya tinggal di pesantren entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi ini mampu mematahkan stigma bahwa keterbatasan mengakses gawai setiap saat tidak membatasi ia meraih prestasi Internasional.

Putra dari pasangan Muhammad Zamroni dan Shinta Dewi Sukowati mengatakan, orangtuanyalah yang menjadi salah satu support system ia bisa lolos pertukaran pelajar ini. Sesaat array mendapatkan informasi untuk mengikuti seleksi pada Sabtu (03/10/2026), ia menghubungi orangtua untuk membantu mempersiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Salah satunya yaitu mencarikan bimbel dan tes online TOEFL. Array wajib memenuhi standart nilai minimal 500 agar bisa diterima dan berangkat ke Jepang.

“Setelah mengikuti test TOEFL, saya take video untuk perkenalan diri dan penjelasan tema yang saya ambil dengan full menggunakan bahasa Inggris , seperti harus on-camera, on-microphone, on-zoom meeting, kamar harus kedap suara dan tidak boleh ada suara orang lain sedikitpun serta kamar harus dikunci,” jelasnya.

Menanggapi lolosnya Array ke Jepang, respon kedua orangtuanya pun sangat bangga dan terharu. Zamroni (ayah Array) memaparkan, ia dan istrinya semakin memperkuat doa untuk kelancaran proses Array ke Jepang. Mereka juga berharap selama di Jepang, Array bisa memaksimalkan waktunya untuk memperbanyak pengalaman, ilmu, relasi, belajar budaya dan berinteraksi baik dengan penduduk lokal.

“Sebagai orang tua, kami bangga array lolos seleksi ini. Terimakasih SMK Mutu Gondanglegi, sudah memberikan
Ilmu, pendampingan dan informasi seleksi ini. Kami juga selalu memberikan motivasi kepada Array untuk mencari teman yang banyak dan membangun jejaring yang luas untuk kesuksesan masa depannya,” tegas Zamroni.

Tekad menyerap ilmu di Tokyo

Menurut jadwal yang direncakakan, Array akan mengikuti kegiatan ini selama kurang lebih satu minggu (5-12 / 12/2026). Disana, para peserta diajak untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan modern di Tokyo. Hal ini bertujuan untuk mengasah kompetensi dan keterampilan vokasi berbasis teknologi industri.

Tidak hanya belajar di ruang kelas, mereka juga aktif mengeksplorasi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional.

Array pun tidak pernah menyangka bahwa dia adalah delegasi terpilih. Baginya, ini bukanlah sekedar perjalanan jauh. Lebih dalam, ia memaknai kesempatan emas ini untuk belajar lebih mendalam materi kejuruan vokasi, khususnya Mekatronik langsung di tempat yang menjadi rujukan kecanggihan teknologi dunia.

“Alhamdulillah, menjadi bagian dari delegasi SMK Mutu dan Indonesia adalah kebanggaan besar bagi saya. Selama di Tokyo nanti, saya bertekad memaksimalkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu, melatih keterampilan vokasi baru, merasakan langsung sistem edukasi di sana, serta mengenalkan budaya luhur Indonesia guna memperluas jejaring persahabatan global,” ungkap Array penuh optimisme. (rizka sri wulandari)

 

Tinggalkan Balasan

Search