”A wife is obedient not because she has no choice, but because she understands that behind her husband’s pleasure, lies a lake of blessings that cools heaven in her household.”
“(Seorang istri taat bukan karena ia tak memiliki pilihan, melainkan karena ia memahami bahwa di balik rida suami, terbentang telaga keberkahan yang menghadirkan kesejukan surga di dalam rumah tangganya)”
Memiliki istri yang istiqamah dalam menjaga aurat, tekun mendirikan salat, dan rida menjaga kehormatan diri di dalam rumah adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Di era yang penuh dengan hiruk-pikuk validasi semu ini, memilih jalan ketaatan adalah sebuah mujahadah (perjuangan jiwa) yang sangat luar biasa.
Terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, saat pintu surga dibuka lebar, kehadiran sosok istri salehah di sisi Anda adalah jembatan menuju takwa. Jika Allah telah menitipkan “permata” ini, maka hentikanlah mencari celah kekurangannya. Fokuslah untuk menjaga, menghargai, dan memuliakannya, sebagaimana Rasulullah SAW senantiasa memuliakan para istri beliau. Allah SWT berfirman mengenai kriteria wanita salehah:
فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ…
Artinya:
“…Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada (di rumah)...” (Qs. An-Nisa: 34).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa wanita salehah adalah mereka yang patuh kepada suami serta mampu menjaga kehormatan dan harta suaminya saat sang suami tidak berada di rumah, sebagai bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadis, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Artinya:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah.” (HR. Muslim No. 1467).
Hadis tersebut menegaskan bahwa istri salehah adalah kenikmatan dunia yang paling utama. Ia dicirikan dengan ketaatannya kepada Allah, menyejukkan saat dipandang, patuh kepada suami, serta amanah dalam menjaga kehormatan diri dan harta keluarga. Ia adalah perhiasan yang membawa kebahagiaan sejati; bukan sekadar keelokan rupa, melainkan kemuliaan iman dan akhlak.
Semoga di bulan suci ini, Allah senantiasa meneguhkan hati para istri dalam ketaatan, serta melembutkan hati para suami untuk senantiasa bersyukur dan memuliakan pasangannya.
Semoga bermanfaat.
