Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Silaturahim Halalbihalal 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan pasca Idulfitri, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.
Sejak pagi, peserta dari berbagai unsur Muhammadiyah memadati lokasi acara. Mulai dari pimpinan wilayah, pimpinan daerah, majelis, lembaga, hingga jamaah akar rumput hadir dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua panitia menyampaikan, halabihalal tahun ini dirancang sebagai sarana konsolidasi gerakan. “Momentum ini penting untuk menyatukan langkah dan memperteguh komitmen kita dalam dakwah,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan persembahan lagu tingkilan, dilanjutkan pembukaan dan tilawatil Al-Qur’an. Nuansa kebangsaan terasa saat peserta menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Surya, disusul penampilan tari Jepen yang memukau.
Ketua PWM Kaltim dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah dan kekompakan organisasi. Ia menilai bahwa kekuatan Muhammadiyah terletak pada soliditas dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Soliditas organisasi adalah kunci keberhasilan dakwah kita,” tegasnya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan wakaf dari dua dermawan kepada Muhammadiyah. Ibu Entje Noor Hamidah menyerahkan aset berupa tanah dan rumah seluas total 651 meter persegi di kawasan Loa Bakung, Samarinda. Sementara itu, Bapak Siswantoro menyerahkan tanah seluas 479 meter persegi beserta bangunan rumah di atasnya di wilayah Sungai Pinang.
Penyerahan tersebut diterima oleh perwakilan nazhir Muhammadiyah dan disaksikan langsung oleh peserta. Panitia menyebut, wakaf ini menjadi simbol kuat kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah.
“Ini adalah amanah besar yang harus kita kelola untuk kemaslahatan umat,” ujar salah satu pengurus.
Tausiyah oleh Ustadz H. Saijan menegaskan pentingnya menjaga kualitas ibadah pasca Ramadan serta meningkatkan kontribusi dalam dakwah sosial.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Momentum ini diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah di Kalimantan Timur. (ay.1)
