Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali berkolaborasi menghadirkan program Green Qurban 1447 H pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini. Mengusung tema “Qurban Berkah, Lingkungan Lestari”, program ini dilaksanakan pada 28–30 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H) dan tersebar di lima provinsi di Indonesia.
Aksi kepedulian lingkungan ini berlangsung di Depok (Jawa Barat), Jambi, Palu (Sulawesi Tengah), Sumatera Barat, dan Lebak (Banten). Untuk menyukseskannya, MLH PP Muhammadiyah menggandeng berbagai unsur Persyarikatan di daerah, mulai dari PCM Limo-Cinere di Depok, Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Saniangbaka di Sumatera Barat, PRM Tanamodindi di Palu, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sungai Gelam di Jambi, hingga Muhammadiyah Leuwidamar di Banten.
Program ini merupakan langkah nyata Muhammadiyah dalam mengintegrasikan nilai ibadah dengan tanggung jawab ekologis. Melalui pendekatan Green Qurban, proses penyembelihan tidak hanya sekadar memenuhi tuntunan syariat Islam, tetapi juga mengedepankan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) serta keberlanjutan lingkungan.
Ketua MLH PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah Swt. (habluminallah), sesama manusia (habluminannas), dan alam semesta (habluminalam).
“Kurban adalah ibadah yang sarat nilai ketakwaan dan kepedulian sosial. Namun di sisi lain, pelaksanaannya juga harus menjaga kelestarian alam. Green Qurban Berkemajuan hadir memastikan agar keberkahan ibadah ini turut dirasakan oleh lingkungan sekitar,” ujar Azrul.
Dalam praktiknya, program ini menerapkan empat prinsip utama ramah lingkungan:
- Kesejahteraan Hewan: Memastikan hewan kurban diperlakukan dengan baik dan nyaman, serta tidak mengalami stres berlebihan sebelum disembelih sesuai dengan syariat.
- Pengelolaan Limbah yang Aman: Limbah organik seperti darah dan kotoran hewan tidak dibuang sembarangan, melainkan dikubur sesuai standar kesehatan agar tidak mencemari tanah maupun sumber air.
- Pengurangan Sampah Plastik: Distribusi daging kurban beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan guna menekan penggunaan plastik sekali pakai yang kerap menumpuk saat Iduladha.
- Kompensasi Ekologis melalui Penanaman Pohon: Di setiap lokasi, kegiatan diakhiri dengan aksi menanam pohon. Langkah ini menjadi simbol pengganti atas pemanfaatan sumber daya alam selama proses peternakan dan penyembelihan.
Langkah strategis ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mengimplementasikan konsep keadilan ekologis (ecological justice), sebuah gerakan yang konsisten disuarakan oleh MLH.
“Menanam pohon setelah menyembelih hewan kurban adalah pesan kuat bahwa manusia tidak boleh hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga wajib mengembalikannya. Inilah esensi nyata dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi,” pungkas Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, di sela memantau kegiatan di PCM Limo-Cinere, Depok. || djihadul mubarok
