Momentum Iduladha selalu menjadi ruang nyata bagi hadirnya kepedulian sosial dan semangat berbagi. Menjawab esensi tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar program “Berbagi Kebajikan Bersama Akar Rumput” pada Sabtu (30/5/2026) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Agenda tahunan ini berfokus pada penyembelihan dan distribusi hewan kurban bagi masyarakat dampingan dari berbagai wilayah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan mitra strategis, mulai dari Ketua MPM PP Muhammadiyah, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, Wali Kota Yogyakarta, Rektor UAD, perwakilan BPKH RI, Direktur Danone Indonesia, hingga Kepala KCP BSI UMY.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menyalurkan total 12 ekor sapi dan 58 ekor kambing ke berbagai wilayah di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
“Penyaluran ini kami arahkan untuk menghadirkan kebahagiaan Iduladha bagi masyarakat akar rumput, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” ujar Yamin.
Untuk luar Pulau Jawa, distribusi difokuskan pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Beberapa di antaranya meliputi Warmon Kokoda dan Pulau Arar di Papua Barat Daya, serta Desa Tliu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, paket kurban juga disalurkan bagi para santri di Mahad Bilal bin Rabah UNIMUDA Papua Barat Daya.
Sementara untuk wilayah Jawa, prosesi penyembelihan dipusatkan di Yogyakarta dengan menyembelih 8 ekor sapi dan 54 ekor kambing. Daging kurban tersebut kemudian dikemas menjadi 650 paket untuk dibagikan kepada ratusan warga dan komunitas dampingan.
Yamin menekankan bahwa ibadah kurban tidak boleh hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, melainkan harus menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui gotong royong.
“Pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus digerakkan secara kolektif melalui kolaborasi,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UAD, Muchlas, menyampaikan bahwa Iduladha adalah momentum emas untuk memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen menjadi jembatan bagi para sahibul kurban (pekurban) untuk menyalurkan kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Hakikat Idul kurban adalah membangkitkan rasa persaudaraan. Mereka yang mampu secara ekonomi dapat membagikan kebahagiaan tersebut kepada sesama,” tutur Muchlas.
Acara ini melibatkan ratusan masyarakat dari berbagai komunitas dampingan MPM Muhammadiyah. Di antaranya adalah komunitas Mardiko, JATAM Difabel, JATAM Minggir, komunitas pedagang asongan, Difabel Gading, KSP Bank Difabel, Gerkatin, Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU), kelompok masyarakat Kokap, hingga Pabelan. (*/tim)
