Muhammadiyah Bangun Jembatan di Sampang, Siswa Aman Menuju Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu'ti, saat peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Sampang, Madura. (ist)
www.majelistabligh.id -

Setiap pagi hari, anak-anak usia PAUD, SD, hingga SMP di sebuah desa di Sampang, Madura, melakukan sebuah pertaruhan keselamatan yang mendebarkan. Demi menuntut ilmu, setiap hari mereka terpaksa menggulung celana dan menantang arus deras sungai yang memisahkan rumah mereka dengan sekolah.

Ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meluap, perjalanan menuju sekolah seketika berubah menjadi ancaman yang mempertaruhkan nyawa mereka.

Melihat rintangan geografis ekstrem yang terus menghantui masa depan generasi muda tersebut, Muhammadiyah tidak tinggal diam. Di saat banyak orang dan pengamat sibuk berdebat mengenai teori, regulasi, dan kurikulum pendidikan di ruang-ruang diskusi, Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersama berbagai elemen persyarikatan mengambil langkah konkret di lapangan. Membangun jembatan baru.

Inisiatif mulia ini digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karang Penang untuk membangun akses jalan dan jembatan aman yang diberi nama Jembatan Ihdinas Sirotol Mustakim.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini, berlangsung pada akhir Mei 2026 lalu,oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sedangkan proses pembangunannya berlangsung mulai Juni 2026 ini.

Kedatangan menteri disambut dengan gemuruh antusiasme luar biasa dari masyarakat Dusun Sobbari dan Angsanah Timur, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, yang telah bertahun-tahun menantikan adanya konektivitas yang aman.

“Ini bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap prasarana pendidikan yang juga mendukung program Presiden Prabowo dalam pembangunan jembatan,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya atas semangat warga setempat dan menyebut bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu yang paling meriah sepanjang rangkaian kunjungannya ke berbagai daerah.

Kemudahan akses yang kini di depan mata ini tidak lepas dari kisah kedermawanan Raden Dhahibur Rahman, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang Kabupaten Sampang. Pria yang akrab disapa Ra Dhahib itu dengan tulus mewakafkan pembangunan jembatan ini demi kemaslahatan masyarakat umum.

Secara teknis, jembatan ini dirancang dengan spesifikasi kelas C dan memiliki lebar sekitar tiga meter. Desainnya dibuat matang agar kendaraan dapat melintas dari dua arah sekaligus dengan kapasitas menahan beban maksimal hingga mencapai 30 ton.

Proyek infrastruktur vital yang diperkirakan menelan total biaya sekitar Rp780 juta ini ditargetkan mulai dikerjakan pada bulan Juni ini. Proses pengerjaan diestimasikan memakan waktu selama 90 hari, sehingga pada bulan Agustus 2026, jembatan ini sudah bisa beroperasi penuh. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search