Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) At-Tazkiyah UIN Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Musyawarah Komisariat (Musykom) IX pada Ahad (25/10/2026), bertempat di SD Muhammadiyah Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mengusung tema “Masifisasi Gerakan Intelektual dan Kepemimpinan Inklusif Menuju IMM At-Tazkiyah yang Progresif”, forum ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan untuk periode 2026/2027.
Musykom merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat komisariat yang menjadi ruang bagi kader untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, merumuskan arah gerak organisasi, serta menentukan kepemimpinan baru. Melalui forum ini, PK IMM At-Tazkiyah berupaya memperkuat tradisi intelektual dan membangun pola kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemajuan.
Rangkaian kegiatan diikuti oleh kader dan anggota PK IMM At-Tazkiyah, jajaran pimpinan komisariat, demisioner, serta perwakilan Pimpinan Cabang IMM Kediri. Forum membahas pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan proses regenerasi kepemimpinan sesuai dengan mekanisme persidangan yang berlaku.

Ketua Umum PK IMM At-Tazkiyah periode 2025/2026, Immawan Usamah Shafy Al Haidar, dalam sambutannya menekankan pentingnya Musykom sebagai ruang dialektika dan regenerasi kepemimpinan. Hal ini sekaligus mencerminkan harapan agar pergantian kepemimpinan tidak berhenti pada perubahan struktural, tetapi juga menjadi momentum pembaruan gagasan dan penguatan gerakan organisasi.
Tujuh Calon Formatur dalam Proses Regenerasi
Dalam rangkaian Musykom Ke-IX, terdapat tujuh calon formatur yang mengikuti proses regenerasi kepemimpinan, yaitu:
1. Nur Fadza Wangba Ramadhana
2. Qarina
3. Nurul Syifa Adilla
4. Azaliyyah Kamal
5. Maulidia Laluna A
6. Moh Izza Romadlon
7. Zakariya Abdillah
Berdasarkan hasil Musykom IX, Nur Fadza Wangba Ramadhana ditetapkan sebagai Ketua Umum PK IMM At-Tazkiyah UIN Syekh Wasil Kediri periode 2026/2027. Penetapan ini menandai dimulainya periode kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan program-program organisasi sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengembangan gerakan intelektual dan kaderisasi.
Proses regenerasi tersebut dapat dimaknai melalui prinsip musyawarah yang diajarkan dalam Islam. Allah Swt. berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159:
وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Artinya: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”
Ayat tersebut menegaskan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks organisasi mahasiswa, nilai ini relevan untuk mendorong keterlibatan kader, menghargai perbedaan pandangan, serta membangun keputusan organisasi yang bertanggung jawab.
Kepemimpinan sebagai Amanah dan Tanggung Jawab
Terpilihnya ketua umum baru tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk mengelola organisasi secara amanah. Prinsip tersebut ditegaskan Allah Swt. dalam Surah An-Nisa ayat 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kepentingan bersama. Dalam organisasi mahasiswa, amanah kepemimpinan perlu diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja, pengelolaan organisasi yang transparan, serta kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan kepada anggota.
Prinsip ini juga sejalan dengan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari, no. 7138; lihat pula HR. Muslim, no. 1829).
Hadis tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata kedudukan struktural, melainkan amanah yang menuntut pertanggungjawaban. Oleh karena itu, kepemimpinan PK IMM At-Tazkiyah periode 2026/2027 diharapkan dapat dijalankan dengan mengedepankan keteladanan, kolaborasi, dan keberpihakan pada pengembangan kader.
Memperkuat Gerakan Intelektual dan Kepemimpinan Inklusif
Tema Musykom IX menempatkan gerakan intelektual dan kepemimpinan inklusif sebagai dua aspek penting dalam pengembangan organisasi. Gerakan intelektual perlu diwujudkan melalui budaya membaca, diskusi, penelitian, penulisan, serta keberanian kader dalam merespons persoalan sosial secara kritis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, kepemimpinan inklusif menuntut terbukanya ruang partisipasi bagi kader, penghargaan terhadap perbedaan pendapat, dan penguatan kolaborasi dalam menjalankan program organisasi. Kedua aspek tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga komisariat tidak hanya menjadi ruang pengaderan formal, tetapi juga tempat tumbuhnya gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya Musykom IX dan ditetapkannya Nur Fadza Wangba Ramadhana sebagai ketua umum periode 2026/2027, PK IMM At-Tazkiyah UIN Syekh Wasil Kediri memasuki babak kepemimpinan baru. Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan hasil permusyawaratan ke dalam program kerja yang terarah, memperkuat kualitas kaderisasi, dan menjaga keberlanjutan gerakan organisasi.
Pergantian kepemimpinan pada akhirnya diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan IMM sebagai ruang pembelajaran, perjuangan, dan pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta semangat kemajuan.
Abadi Perjuangan! IMM Jaya.. Jaya… Jaya… (ahmed izza r – ader PK IMM At-Tazkiyah)
