Suasana demokrasi terasa semarak di lingkungan Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo pada Rabu (20/5/2026) siang. Seluruh santri, asatidz, asatidzah, serta karyawan Pondok Pesantren Al Fattah turut berpartisipasi dalam Pemilu Raya Calon Ketua HISFA periode 2026-2027 yang tahun ini hadir dengan wajah baru melalui sistem e-voting berbasis digital.
Pelaksanaan Pemilu Raya kali ini menjadi momen bersejarah karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan sistem pencoblosan dengan kertas. Kini, proses pemungutan suara dilakukan secara digital melalui e-voting, sehingga dinilai lebih praktis, modern, serta efisien.

Menurut Ustadz Saifuddin, SPd, MPd, selaku Ketua Bawaslu, penggunaan sistem digital ini memberikan banyak kemudahan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.
“Sistem e-voting ini lebih bagus dan efisien dibandingkan sebelumnya, karena proses pemilu menjadi lebih cepat, tertib, dan hasilnya dapat dipantau secara langsung,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemilu Raya dibagi menjadi 4 TPS (Tempat Pemungutan Suara). Masing-masing TPS telah dilengkapi dengan 3 hingga 5 laptop yang disediakan panitia untuk menunjang kelancaran proses pemungutan suara. Sebelum pelaksanaan, para santri juga telah mendapatkan sosialisasi dari Tim Bawaslu terkait tata cara dan teknis penggunaan sistem e-voting, sehingga proses pemilu dapat berjalan dengan lancar.
Adapun calon Ketua HISFA tahun ini merupakan santriwan dan santriwati terbaik yang telah melewati proses screening dan scoring oleh wali kelas serta wali kamar, kemudian ditetapkan melalui hasil rapat panitia.
Calon Ketua HISFA Putra:
– Ahmad Evan Aliffian
– Guntara Abdul Sabarudin
– Muhammad Zihni Diyaulhaq
Calon Ketua HISFA Putri:
– Ana Safa Althafunnisa’
– Nur Salsabillah Puji Kurnia
– Triana Yulvianingsih
Keunggulan sistem e-voting juga terlihat dari hasil quick count yang dapat dipantau dengan lebih cepat setelah proses pemungutan suara selesai. Meski demikian, hasil Pemilu Raya tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi awal yang selanjutnya dibahas dalam rapat penentuan Ketua HISFA bersama para asatidz, asatidzah, dan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo.
Pemilu Raya HISFA 2026-2027 ini tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin organisasi santri, tetapi juga menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Al Fattah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai musyawarah dan pendidikan demokrasi di lingkungan pesantren. (ridwan manan)
