Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terbukti tidak hanya mempercantik fisik bangunan, tetapi juga membawa harapan baru bagi dunia pendidikan. Kehadiran fasilitas yang aman, nyaman, dan representatif kini sukses meningkatkan optimisme guru, mengoptimalkan proses belajar siswa, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah negeri.
Sebelum program ini berjalan, sejumlah ruang kelas di beberapa daerah berada dalam kondisi memprihatinkan akibat kerusakan di berbagai sisi. Keterbatasan fasilitas tersebut sempat menghambat kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun kini, suasana berubah total menjadi lebih kondusif dan menyenangkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya program ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata dan jangka panjang.
“Bangunan sekolah yang baik akan memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dirawat dengan penuh tanggung jawab. Sekolah ini adalah milik bersama dan menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga mengimbau agar seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar berkomitmen menjaga serta merawat fasilitas yang telah diperbaiki tersebut.
Penerimaan Murid Baru Laris Manis
Dampak positif dari revitalisasi ini dirasakan langsung oleh beberapa sekolah, salah satunya SDN Cimahpar 5. Kepala Sekolah SDN Cimahpar 5, Iim Rohimah, mengungkapkan bahwa perubahan fisik sekolah memicu lonjakan minat calon peserta didik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
- Tahun-Tahun Sebelumnya: Sekolah cenderung sepi peminat pada hari-hari awal pendaftaran.
- Kondisi Sekarang: Antusiasme masyarakat melonjak tajam. Bahkan sebelum pendaftaran resmi dibuka, para orang tua murid sudah berdatangan untuk mencari informasi.
Senada dengan hal tersebut, Nurul Komariyah, salah satu guru di SDN Leuwibatu 02, membenarkan bahwa fasilitas baru ini menjadi magnet bagi masyarakat sekitar. Banyak orang tua yang kini proaktif datang ke sekolah karena terpikat oleh perubahan fasilitas yang semakin modern dan memadai.
Melalui revitalisasi ini, sekolah negeri membuktikan diri mampu bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya ramah anak, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat lokal. (*/tim)
