Nama Muhammadiyah Dicatut Akun Anonim, Syafiq Mughni: Waspada Hoaks dan Adu Domba

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni.
www.majelistabligh.id -

Pesatnya perkembangan teknologi informasi kini menjadi tantangan nyata bagi kehidupan sosial, ekonomi, hingga keagamaan umat Islam di Indonesia. Salah satu dampak yang paling meresahkan adalah maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) dan narasi provokatif melalui akun anonim maupun grup di media sosial.

Menyikapi fenomena ini, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan edaran mengenai bahaya hoaks. Langkah ini diambil karena narasi palsu tersebut kerap memicu perselisihan antarwarganet yang bahkan berdampak hingga ke dunia nyata.

Muhammadiyah sendiri tak luput menjadi korban. Saat ini, beredar sejumlah akun media sosial yang mencatut nama Muhammadiyah, namun menyebarkan konten yang bertolak belakang dengan semangat organisasi yang didirikan sejak tahun 1912 ini.

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, meminta masyarakat—khususnya warga Persyarikatan—untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam mengonsumsi informasi, terutama yang disebarkan oleh akun-akun anonim di grup media sosial.

“Kami sangat terganggu dengan beberapa akun Facebook yang membawa nama Muhammadiyah. Kontennya meresahkan dan terkadang provokatif. Siapa pemilik akunnya tidak jelas. Di sisi lain, aturan Facebook membuat proses take down (penghapusan akun) tidak mudah,” ujar Syafiq saat dimintai keterangan pada Kamis (11/6/2026).

Syafiq menambahkan, demi mengejar engagement (interaksi) yang tinggi, akun-akun tersebut sengaja memproduksi konten yang mengadu domba. Akibatnya, banyak grup media sosial yang mengatasnamakan Muhammadiyah justru menyajikan isi yang mencederai marwah organisasi.

Oleh karena itu, ia mengimbau warganet dan warga Muhammadiyah untuk memperkuat literasi digital serta memperdalam pengetahuan tentang Kemuhammadiyahan. Hal ini penting sebagai benteng dan filter dalam menyaring informasi yang masuk.

“Bagi yang benar-benar mengenal Muhammadiyah, konten adu domba seperti itu pasti akan tertolak dengan sendirinya. Tarjih tidak memiliki karakter adu domba,” tegasnya.

Syafiq mencurigai bahwa kemunculan akun dan grup anonim ini sengaja dirancang untuk bersikap kontraproduktif dengan misi damai Muhammadiyah. Ia menduga kuat gerakan ini sengaja diciptakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk merusak citra positif Muhammadiyah di mata publik. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search