Tekad Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi serta menciptakan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bertanggung jawab perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama jika dilihat dari perspektif agama.
Sebagai orang yang beriman, kita meyakini bahwa kehidupan ini tidak berhenti dan berakhir hanya di dunia. Kehidupan akan berlanjut menuju hari akhir, yaitu hari ketika setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amanah yang telah diberikan kepadanya.
Karena itu, kepada saudara-saudara yang saat ini mendapatkan amanah sebagai pejabat, hendaklah berhati-hati dengan jabatan yang sedang diemban. Jangan sampai karena tergoda oleh kenikmatan dunia, seseorang menyalahgunakan kekuasaan, melakukan praktik korupsi, atau melakukan perbuatan tercela lainnya. Sebab, setiap tindakan yang dilakukan di dunia akan memiliki konsekuensi besar di hadapan Allah Swt kelak.
Ada beberapa hadis Nabi Muhammad saw. yang perlu direnungkan dan dicamkan dengan sungguh-sungguh.
Pertama, hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan surga baginya.”
Hadis ini menunjukkan betapa beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Amanah kekuasaan bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan tanggung jawab yang kelak akan dipertanyakan oleh Allah Swt.
Kedua, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengambil hak orang lain walaupun hanya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan kepadanya rantai seberat tujuh lapis bumi pada hari kiamat.”
Pesan dari hadis tersebut sangat jelas bahwa mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita, sekecil apa pun, merupakan perkara yang sangat berat di sisi Allah.
Jika konsekuensi yang akan diterima di akhirat demikian berat, maka sungguh merugilah manusia yang hanya mengejar keuntungan sesaat di dunia, tetapi mengorbankan keselamatan dirinya di akhirat. Sebab, tidak ada seorang pun yang sanggup menahan pedihnya siksa neraka.
Dalam beberapa hadis dijelaskan bahwa panas api neraka jauh lebih dahsyat dibandingkan panas api yang ada di dunia. Bahkan Rasulullah saw menggambarkan bahwa siksaan paling ringan bagi penghuni neraka adalah seseorang memakai sandal dari api yang menyebabkan otaknya mendidih karena panasnya. (HR. Muslim).
Tentu keadaan seperti itu tidak pernah kita harapkan. Oleh karena itu, agar kita terhindar dari ancaman tersebut, marilah kita menjalankan setiap amanah dengan sebaik-baiknya. Jangan melakukan praktik korupsi, jangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, dan jangan menyalahgunakan jabatan yang dipercayakan.
Namun, menjaga diri dari perbuatan tercela jangan semata-mata karena takut kepada manusia atau takut kepada seorang pemimpin. Hendaknya semua itu dilakukan karena rasa takut dan taat kepada Allah Swt. Sebab, ketika kebaikan dilakukan karena keimanan kepada-Nya, maka tindakan tersebut akan bernilai ibadah dan menjadi jalan keselamatan bagi kita di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah Swt. memberikan kekuatan kepada para pemimpin dan pejabat negeri ini untuk menjalankan amanah dengan penuh kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Semoga bangsa ini diberikan pemimpin-pemimpin yang takut kepada Allah dan senantiasa berjuang untuk kemaslahatan rakyat. || sumber: suaramuhammadiyah.id
