Semangat persaudaraan Tapak Suci Putera Muhammadiyah terasa begitu kuat dalam Apel Akbar Muktamar XVI yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (8/8/2026).
Tidak hanya diikuti para musyawirin dan keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah di Indonesia, momentum akbar tersebut juga mempertemukan para siswa, kader, dan pendekar Tapak Suci dari mancanegara.
Mereka datang dari berbagai negara dengan satu semangat yang sama: menjadi bagian dari perhelatan besar keluarga Tapak Suci Putera Muhammadiyah sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan saudara seperguruan di Indonesia.
Di sela-sela Apel Akbar, suasana keakraban terlihat ketika para siswa, kader, dan pendekar dari berbagai negara saling bersua dan menyapa. Mereka berbaur dengan peserta dari berbagai daerah tanpa memandang asal negara, bahasa, maupun latar belakang.
Tidak terlihat sekat di antara mereka. Semua melebur dalam satu identitas sebagai keluarga besar Tapak Suci.
Semangat bertapak suci menjadi pengikat yang mempertemukan mereka. Nilai persaudaraan yang tumbuh melalui perguruan pencak silat tersebut mampu melampaui batas geografis dan negara.
Bagi para siswa, kader, dan pendekar Tapak Suci dari mancanegara, kehadiran di Semarang bukanlah perjalanan biasa. Sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan panjang, bahkan melintasi lautan, untuk dapat hadir langsung di Lapangan Pancasila.
Tekad untuk datang tersebut menjadi bukti tingginya kecintaan dan semangat mereka terhadap Tapak Suci. Jarak ribuan kilometer tidak menjadi penghalang untuk berkumpul bersama saudara seperguruan dan ikut menyukseskan Apel Akbar Muktamar XVI.
Di tengah ribuan peserta yang memenuhi Lapangan Pancasila, mereka berdiri bersama siswa, kader, dan pendekar Tapak Suci dari berbagai wilayah Indonesia.
Berbeda negara, berbeda bahasa, dan berbeda budaya, tetapi memiliki satu ikatan yang sama.
Tapak Suci menyatukan mereka dalam satu persaudaraan.
Kehadiran siswa, kader, dan pendekar dari mancanegara dalam Apel Akbar tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus berkembang melampaui batas Indonesia.
Dari berbagai penjuru dunia menuju Semarang, mereka datang membawa satu pesan: jarak boleh memisahkan, tetapi semangat Tapak Suci tetap menyatukan. (anang dony irawan)
