Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi bidang kesehatan dengan membuka Program Studi S1 Fisioterapi. Pembukaan program studi baru ini menjadi langkah strategis UMLA dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten, khususnya di bidang rehabilitasi dan pemulihan fungsi gerak.
Program Studi S1 Fisioterapi resmi dibuka berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 865/B/O/2026. Kehadiran program studi ini menjadi bagian dari pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan UMLA sekaligus memperluas pilihan pendidikan tinggi di bidang kesehatan bagi generasi muda.

Fisioterapi memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam membantu individu memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan gerak serta fungsi tubuh. Kompetensi fisioterapis dibutuhkan dalam berbagai layanan, mulai dari pemulihan pasca cedera dan operasi, gangguan otot dan sendi, rehabilitasi fisik, hingga pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, M.Kes, mengatakan bahwa pembukaan Program Studi S1 Fisioterapi merupakan bagian dari komitmen UMLA untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
“Pembukaan Program Studi S1 Fisioterapi merupakan langkah strategis UMLA dalam memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin kompleks. Kami ingin lulusan UMLA tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Rektor UMLA.
Menurutnya, pengembangan program studi baru juga menjadi bagian dari upaya UMLA memperkuat ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
“Kami berharap Program Studi S1 Fisioterapi dapat berkembang menjadi program studi yang unggul, inovatif, dan mampu menghasilkan fisioterapis profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Program Studi
S1 Fisioterapi juga diharapkan dapat memberikan peluang lebih luas kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang rehabilitasi kesehatan sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga fisioterapis yang profesional dan kompeten.
Sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa baru, UMLA membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk bergabung melalui jalur PMB yang tersedia. Berdasarkan informasi pada flyer, Gelombang 2 ditutup pada 9 Agustus 2026, sedangkan Gelombang 3 berlangsung mulai 10 Agustus hingga 27 September 2026.
Dengan dibukanya Program Studi S1 Fisioterapi, UMLA semakin menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai Global University yang adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta konsisten menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, berkarakter, dan berdaya saing. || sulistiyowati
