Sebuah puisi untuk negeri.
Negeri yang Tak Peduli
Di negeri yang tak peduli,
tangis jadi suara latar konten citra diri.
Anak sekolah disuap nasi, uang SPP tetap harus dilunasi.
Pejabatnya sibuk gunting pita peresmian patung koperasi dan dapur bergizi.
Di negeri yang tak peduli,
ijazah digadaikan demi sesuap janji.
Sarjana ngojek, petani menjerit panen yang tidak dihargai.
Angka kemiskinan dirawat untuk kemenangan pemilu nanti.
Di negeri yang tak peduli,
jalan berlubang menelan nyawa tiap hari,
anggaran rapat lebih tebal dari aspal yang ditambali.
Rakyat mengemis di tanahnya sendiri,
dibilang malas, padahal aksesnya dikunci.
Di negeri yang tak peduli,
hukum tumpul ke atas, tajam ke kaki.
Maling susu sapi diborgol, disiarkan TV,
maling triliun senyum di balik jas dan tambahan proyek bergizi.
Di negeri yang tak peduli,
doa jadi satu-satunya subsidi suci,
saat bencana datang, pejabat datang, kamera datang,
Lalu ditinggal dengan ucapan, “ini takdir dari Tuhan”
Lamongan, 10 Juni 2026 || Rodli tl
