Menjelang berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah, puluhan jemaah dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 48 jemaah yang belum bisa kembali ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.
“Ada kurang lebih 48 jemaah yang masih dirawat. Mereka akan tetap mendapatkan perhatian penuh dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan petugas Kantor Urusan Haji (KUH),” ujar Khalilurrahman dalam acara tasyakuran keluarga besar Daker Madinah.
Ia menegaskan bahwa seluruh jemaah yang masih dalam perawatan tetap menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Indonesia. Selama operasional haji masih berjalan, KKHI akan memantau perkembangan kesehatan mereka secara berkala.
Namun, setelah seluruh petugas operasional haji kembali ke Indonesia, tanggung jawab penanganan akan dialihkan kepada pihak KUH Republik Indonesia di Jeddah.
Pihak KUH dipastikan akan terus mengawal perkembangan kondisi para jemaah hingga mereka dinyatakan layak terbang (fit to fly). Bahkan, proses kepulangan mereka ke Indonesia nantinya akan didampingi langsung oleh petugas KUH. Khalilurrahman menekankan bahwa berakhirnya operasional haji di Madinah tidak menyurutkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik.
Jemaah Diimbau Patuhi Jadwal dan Amankan Paspor
Di sisi lain, Khalilurrahman juga mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia yang bersiap pulang agar tetap disiplin mengikuti arahan petugas. Kepatuhan terhadap jadwal dan prosedur menjadi kunci utama kelancaran proses kepulangan ke Tanah Air.
“Jemaah haji harus tetap mengikuti arahan dari ketua regu, ketua rombongan, maupun ketua kloter,” imbaunya.
Salah satu poin krusial yang wajib diperhatikan jemaah adalah jadwal turun dari hotel menuju bus keberangkatan. Seluruh jadwal ini telah diatur matang oleh petugas agar sinkron dengan waktu penerbangan masing-masing kloter.
Selain ketepatan waktu, jemaah diminta memastikan seluruh dokumen perjalanan, terutama paspor, sudah berada di tangan sebelum meninggalkan hotel.
“Pastikan dokumen penting seperti paspor sudah dibawa dan dipegang masing-masing sebelum menuju bandara,” kata Khalilurrahman.
Sebagai informasi, pembagian paspor dilakukan oleh petugas atau pihak syarikah menjelang keberangkatan. Oleh karena itu, jemaah diimbau tidak terburu-buru meninggalkan hotel sebelum memastikan seluruh dokumen penting mereka telah diterima dengan lengkap. (*/tim)
