Saat Mentari Terbit di Jaringan Ritel Modern

*) Oleh : Chusnun Hadi
Editor majelistabligh.id
www.majelistabligh.id -

Siapa yang tidak kenal Muhammadiyah? Organisasi Islam raksasa ini sudah puluhan tahun dikenal andal mengelola sekolah, kampus, hingga rumah sakit. Namun, sejak Februari 2025 lalu, ada yang baru dari gerakan ini. Muhammadiyah secara resmi menjejakkan kakinya di dunia bisnis ritel modern melalui brand anyar: Mentari Mart.

Gerai pertamanya yang lahir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi penanda dimulainya babak baru. Pertanyaannya, mengapa Muhammadiyah mendadak kepikiran untuk terjun ke bisnis minimarket?

Jawabannya sederhana namun mendalam: kemandirian ekonomi syariah.

Muhammadiyah ingin menghadirkan ekosistem belanja yang tidak hanya modern dan nyaman, tetapi juga menenteramkan secara nilai. Lewat Mentari Mart, harapannya pendapatan bisnis ini bisa berputar kembali untuk menyokong berbagai kegiatan sosial dan dakwah Persyarikatan.

Bukan Mematikan yang Kecil

Memulai bisnis ritel dari nol tentu bukan perkara mudah. Muhammadiyah memilih jalan pragmatis yang cerdas: kolaborasi. Daripada meraba-raba sendirian, Persyarikatan merangkul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dalam hal pasokan barang dan sistem manajemen. Kolaborasi dua nama besar ini membuktikan bahwa strategi berbisnis zaman now memang bukan lagi soal merobohkan lawan, melainkan bergandengan tangan untuk melesat lebih cepat.

Lalu, bagaimana dengan persaingannya? Apakah hadirnya Mentari Mart bakal “saling sikut” dengan raksasa ritel yang sudah ada seperti Indomaret, atau malah menggerus warung-warung UMKM sekitar?

Eits, tenang dulu! Mentari Mart justru dirancang dengan spirit keberpihakan. Gerai ini tidak hadir untuk menjadi ancaman bagi pedagang kecil. Justru Muhammadiyah berkomitmen menjadikan gerai-gerainya sebagai “panggung” bagi produk-produk UMKM lokal. Makanan ringan rakitan tetangga, produk kerajinan warga, hingga hasil olahan komunitas bisa masuk dan terpajang rapi di rak Mentari Mart.

Dengan begitu, bisnis ini tidak mematikan pedagang kecil, melainkan merangkul mereka untuk naik kelas bersama.

Menjawab Tantangan Zaman

Menariknya lagi, peluncuran Mentari Mart ini berdekatan dengan momen ketika pemerintah gencar mendirikan Koperasi Merah Putih. Langkah ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah selalu responsif dan adaptif membaca momentum zaman. Ketika semangat penguatan ekonomi berbasis komunitas sedang bergelora di skala nasional, Muhammadiyah sudah siap dengan infrastruktur dan ekosistemnya sendiri.

Masa depan Mentari Mart bukan sekadar soal seberapa banyak untung yang bisa dicetak setiap bulannya. Ini adalah gerakan sosial berpakaian bisnis. Langkah ekspansi yang rencananya akan dilakukan secara serentak dan masal di berbagai daerah bakal menjadi bukti bahwa ekonomi syariah bisa tampil modern, kompetitif, dan inklusif.

Bagi masyarakat, belanja di Mentari Mart bukan lagi sekadar transaksi menukar uang dengan barang kebutuhan sehari-hari. Ada rasa bangga dan kehangatan tersendiri karena setiap rupiah yang dikeluarkan ikut diputar untuk membangkitkan ekonomi umat dan memberdayakan usaha-usaha kecil di sekitar kita.

Jadi, kalau nanti melihat papan nama berlogo matahari ini berdiri di dekat rumahmu, jangan ragu untuk mampir, ya. Yuk, berbelanja di Mentari Mart!

 

Tinggalkan Balasan

Search