Sebanyak 21 Kampus Muhammadiyah Kini Berakreditasi Unggul

UMSURA salah satu PTMA yang berakreditasi Unggul. (ist)
www.majelistabligh.id -

Di tengah stigma bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) berada di bawah bayang-bayang perguruan tinggi negeri (PTN), Muhammadiyah terus membuktikan komitmennya. Melalui jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), persyarikatan ini konsisten menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia.

Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa kualitas institusi pendidikan tidak boleh lagi diukur dari status formalnya. Indikator utama kesuksesan sebuah kampus justru terletak pada capaian prestasi dan kualitas lulusan yang dihasilkan.

“PTMA yang berakreditasi unggul saat ini sudah mencapai 21 kampus dari total 164 PTMA. Jumlah ini sangat menggembirakan karena setara dengan sekitar 9 persen dari total capaian nasional,” ujar Muttaqin dalam tayangan podcast di Muhammadiyah Channel.

Pelopor Inklusivitas dan Pemerataan Akses

Lebih dari sekadar mengejar status, Muhammadiyah dikenal sebagai pionir pendidikan di wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh kampus lain. Kehadiran PTMA di daerah pelosok menjadi bukti nyata dalam mewujudkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata di seluruh penjuru negeri.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari berbagai elemen. “Pemerintah daerah sangat senang dan memberikan dukungan penuh kepada PTMA. Alhamdulillah, respons masyarakat juga sangat baik,” tambahnya.

Demi memperluas jangkauan ini, Muhammadiyah juga telah meluncurkan sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SBMPTMU) sejak 1 Januari lalu. Melalui program ini, calon mahasiswa dapat mendaftar ke berbagai PTMA pilihan secara daring, tanpa harus repot datang langsung ke lokasi kampus atau berpindah wilayah.

Membangun Ekosistem Pendidikan Terintegrasi

Selain pemerataan akses, fokus Muhammadiyah saat ini adalah memperkuat ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari tingkat sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi.

“Kita berharap bisa tumbuh bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan. Kita ingin membentuk ekosistem yang saling menguatkan. Ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi perlu terus kita maksimalkan,” jelas Muttaqin.

Menjawab keraguan masyarakat global, ia menekankan bahwa banyak PTMA yang telah menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui berbagai pengakuan dan pemeringkatan global. Dengan modal ini, ia berharap tidak ada lagi sekat atau hambatan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Pendidikan harus dipandang setara, terlepas dari status negeri atau swastanya. PTMA hadir untuk menjawab tantangan tersebut,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search