Gelombang semangat generasi muda Muhammadiyah bersiap mengguncang Kabupaten
Lamongan. Sebanyak 949 peserta dan pendamping dari berbagai penjuru Jawa Timur dipastikan bakal memadati kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dalam multievent akbar Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-3 Tingkat Jawa Timur, yang akan ditabuh pada Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang.
Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini berkolaborasi dengan UMLA dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan selaku tuan rumah. Dari total rombongan yang hadir, tercatat ada 689 peserta yang siap berlaga memperebutkan gelar terbaik, didampingi oleh 260 pendamping resmi.
Ketua Panitia Fashmu ke-3, Irwan Hasan, menegaskan bahwa persiapan di lapangan terus dikebut dan dimatangkan demi menyambut kedatangan ratusan kader cilik tersebut. Koordinasi intensif dengan pihak UMLA dan PDM Lamongan terus berjalan tanpa henti.
“Persiapan kami sudah semakin mantap. Mulai dari kesiapan ruang lomba hingga aula utama untuk seremoni pembukaan dan penutupan. Kami juga sudah menyiapkan penampilan spesial dari tim paduan suara serta suguhan hiburan tari tradisional untuk menyemarakkan acara,” ujar Irwan, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya.
Bojonegoro Dominan, Ada Daerah Absen
Menatap peta persaingan, PDM Bojonegoro dipastikan datang dengan kekuatan penuh dan menjadi delegasi terbesar dengan mengirimkan 44 peserta serta 25 pendamping. Posisi kedua disusul oleh PDM Kota Surabaya (36 peserta, 10 pendamping), dan PDM Sidoarjo (36 peserta, 5 pendamping).
Namun, kontras dengan keriuhan daerah-daerah tersebut, ada catatan khusus mengenai minimnya partisipasi dari beberapa wilayah. PDM Kabupaten Malang tercatat hanya mengirimkan 1 peserta dan 1 pendamping, sementara PDM Pamekasan menyusul di bawahnya dengan 3 peserta dan 1 pendamping.
Fakta ini memantik perhatian serius dari pihak panitia. Irwan Hasan, didampingi Sekretaris Panitia Fimas Maulana, menyayangkan minimnya partisipasi ini, bahkan menyoroti adanya beberapa daerah yang sama sekali absen mengirimkan delegasi.
“Kami tentu akan berkomunikasi dan mengevaluasi lebih lanjut dengan pimpinan PDM yang bersangkutan untuk mengetahui apa kendala di lapangan, mengapa kiriman pesertanya sangat minim, bahkan ada yang kosong,” tegas Irwan.
Menurutnya, Fashmu bukan sekadar ajang kompetisi atau perlombaan biasa. Gelaran agenda tahunan ini sejatinya merupakan pilar strategis dalam sistem pengkaderan informal Muhammadiyah sejak usia dini. Melalui Fashmu, diharapkan lahir generasi pelanjut yang berakhlak mulia, percaya diri, dan berjiwa kepemimpinan islami demi masa depan persyarikatan serta berkemajuan. || chusnun
