Transformasi digital di sektor pendidikan kerap menjadi pedang bermata dua bagi sistem pendidikan inklusif, di mana akses teknologi belum sepenuhnya merata bagi seluruh kalangan. Merespons urgensi pemerataan tersebut, Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Inovasi Literasi Akademik bagi Pendidikan Inklusif di Era Digital: Membangun Sekolah Ramah, Adaptif, dan Berkemajuan”. Agenda strategis ini dilangsungkan di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM pada Sabtu (23/5/2026), menggandeng deretan akademisi, praktisi, hingga pemerhati pendidikan.
Transformasi sekolah menuju ekosistem inklusivitas kini menjadi agenda prioritas pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA yang diwakili oleh Ir. Moch. Abduh, M.S., Ed., Ph.D. Abduh menjelaskan bahwa pemerintah tengah merancang berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat sistem pendidikan inklusif yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.
“Pemerintah saat ini terus memastikan agar arah kebijakan pendidikan kita mampu menjembatani kebutuhan peserta didik yang beragam melalui pemanfaatan inovasi teknologi secara optimal di sekolah,” tegas Abduh dalam sesi pemaparannya.

Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, MPsi, PhD menekankan penguatan pendidikan inklusif sebagai fondasi dasar menciptakan lingkungan belajar yang setara. Menurutnya, institusi pendidikan harus sepenuhnya menjadi ruang aman dari praktik diskriminasi.
“Kita sebagai akademisi harus berupaya keras menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, yakni memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi fisik,” ungkap Salis mewakili Rektor UMM.
Upaya menciptakan ekosistem belajar tersebut dibahas mendalam oleh pakar pendidikan, di antaranya Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi, MSi, PhD dan Prof Dr Khozin, MSi yang membedah urgensi layanan digital terpadu serta kebijakan pendidikan inklusif di Jawa Timur.
Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, selaku pakar psikologi inklusi sekaligus Ketua Program Studi Magister Psikologi memaparkan pentingnya literasi akademik dan layanan inklusi berbasis digital untuk diterapkan di dalam ekosistem Muhammadiyah. Pemanfaatan teknologi digital sangat esensial dalam mendukung ekosistem pendidikan. Ia juga menjelaskan bahwa melalui penerapan sistem layanan digital yang berbasis ekosistem terpadu, layanan pendidikan di sekolah dapat berjalan secara lebih efektif, terintegrasi, dan semakin mudah diakses oleh seluruh warga sekolah.
“Sistem Layanan Digital Berbasis Ekosistem Terpadu ini mengulas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan pendidikan yang lebih efektif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah,” paparnya
Guna mengukuhkan komitmen menjadi aksi nyata, agenda dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan Direktorat Sains dan Teknologi UMM. Terdapat pula penandatanganan kesepakatan antara Magister Psikologi UMM dan Penerbit Erlangga Cabang Malang.
Kepala Cabang Erlangga Malang, Dodi Wahyudi, menyoroti pentingnya sinergi dunia pendidikan dan penerbitan dalam mendukung literasi akademik.
Acara lantas diakhiri dengan Focus Group Discussion (FGD) SILLA MUTU untuk memetakan tantangan nyata di lapangan. Agenda kolaboratif ini menjadi bukti konkret komitmen sivitas akademika dalam mencetak generasi unggul tanpa sekat. Melalui inovasi literasi ini, diharapkan sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, penerbit, dan masyarakat luas dapat segera mewujudkan iklim pendidikan inklusif yang benar-benar ramah, adaptif, dan berkemajuan di tengah pesatnya laju era digital.(*/tim)
