Sinergi MT dan LPCRPM PWM Jatim, Hindari Kebingungan di Akar Rumput

Rapat gabungan antara MT dan LPCRPM PWM Jatim yang berlangsung di Kantor PWM Jawa Timur. (kacong)
www.majelistabligh.id -

Majelis Tabligh (MT) dan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sepakat melakukan sinergi. Langkah ini diambil guna menyelaraskan program pembinaan serta penilaian masjid Muhammadiyah di Jawa Timur agar tidak memicu kebingungan di tingkat bawah.

Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat gabungan antara MT dan LPCRPM PWM Jatim yang berlangsung di Kantor PWM Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Langkah sinergi ini berfokus pada kejelasan pembagian peran, mengingat kedua lembaga sempat memiliki program apresiasi masjid yang beririsan.

LPCRPM PWM Jatim sebelumnya merancang agenda awarding masjid sebagai wujud pengejawantahan program Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berstruktur hingga ke tingkat ranting. Di saat yang sama, Majelis Tabligh PWM Jatim juga menyiapkan ajang Anugerah Masjid Muhammadiyah Inspiratif (AMMI).

Ketua LPCRPM PWM Jatim, Dr. Hasan Ubaidillah, S.E., M.M., menegaskan bahwa penyatuan persepsi ini penting agar pelaksanaan program di lapangan berjalan maksimal tanpa tumpang tindih. Dari hasil forum tersebut, kedua pihak akhirnya menyepakati batas domain masing-masing dalam proses penilaian.

“LPCRPM memiliki domain utama pada aspek tata kelola dan pemakmuran organisasi masjid. Sementara itu, Majelis Tabligh berfokus pada domain dakwah serta jangkauan pembinaan masyarakat di sekitar masjid. Kolaborasi ini membuat penilaian masjid menjadi lebih komprehensif,” ujar Hasan.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi pengurus ranting dan takmir masjid di Jawa Timur. Penegasan pembagian tugas ini memastikan tidak ada sekat pemisah maupun kesan “duplikasi lembaga” bagi masjid-masjid Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, KH Abdul Basith, Lc. M.Pd.I, turut menekankan pentingnya kesepahaman di tingkat wilayah sebelum program diturunkan ke daerah-daerah.

“Antara MT dan LPCRPM memang harus klir dulu di tingkat wilayah, sehingga tidak ada kebingungan di tingkat bawah. Jangan sampai ada masjid Muhammadiyah yang merasa hanya di bawah pembinaan LPCRPM, atau sebaliknya merasa hanya di bawah MT. Semua adalah aset persyarikatan yang kita bina bersama,” tegasnya.

Melalui sinergi ini, penilaian masjid Muhammadiyah se-Jawa Timur nantinya akan mengombinasikan dua instrumen utama: kekuatan manajemen tata kelola organisasi dari LPCRPM, serta keaktifan syiar dakwah masyarakat dari Majelis Tabligh. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search