Strategi Menjaga UMKM Tetap Exis

Imam Sugiri
*) Oleh : Imam Sugiri
Ketua LP-UMKM (Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah) PWM Jatim
www.majelistabligh.id -

Sampai saat ini gejolak kenaikan Dolar AS tidak kunjung turun. Dampak dari Kenaikan Dolar sangat dirasakan oleh pelaku usaha. Bukan saja pengusaha besar tetapi  UMKM juga mengalami dampak yang cukup berat, indikator kesulitannya adalah:

  1. Biaya operasional dan harga produksi naik, bahan baku lokal maupun impor naik karena terpengaruh ketersediaan yang berkurang dan biaya transportasi naik akibat kenaikan BBM
  2. Liquiditas tertekan, dana tunai ketersediaannya berkurang karena lebih banyak keluar untuk beli bahan baku yang mahal
  3. Daya saing turun, akibat bahan baku mahal, biaya operasional naik mengakibatkan cost production lebih mahal dan ujungnya daya saing menurun

Tulisan ini di dedikasikan  untuk pelaku UMKM semoga bisa menambah wawasan dalam menghadapi situasi ekonomi yang sedang tidak baik baik saja, apa saja yang perlu dipikirkan, direncanakan dan dilaksanakan agar tetap exis dan tidak tergerus usahanya:

  1. Sediakan dana operasional 3–6 bulan, pastikan ada cash buffer untuk operasional, tunda ekspansi besar atau pembelian aset tidak produktif.
  2. Substitusi bahan baku impor dengan lokal, cari alternatif bahan baku domestik untuk mengurangi ketergantungan impor.
  3. Ikat harga dengan supplier domestik, negosiasikan ulang kontrak dan ikat harga untuk beberapa bulan ke depan sebelum harga naik.
  4. Terapkan shrinkflation, kurangi sedikit porsi/ukuran produk atau spesifikasi tanpa menaikkan harga jual, lebih aman daripada langsung menaikkan harga.
  5. Hindari pinjaman bunga mengambang, bank akan menaikkan suku bunga kredit, ambil pinjaman bunga tetap jika perlu.
  6. Perbaiki efisiensi operasional, audit titik kebocoran operasional dan cari solusi untuk mengurangi biaya.
  7. Maksimalkan penetrasi pasar, manfaatkan e-commerce untuk meningkatkan volume penjualan meski margin tipis.

Dengan persiapan ini, UMKM bisa lebih tahan banting menghadapi tekanan ekonomi dari kenaikan dolar. Apalagi segera mengambil langka diversifikasi.

Berikut beberapa Strategi Diversifikasi Produk untuk Menjaga Margin di Masa Inflasi. Diversifikasi produk adalah strategi mengembangkan varian produk baru dari bahan baku yang sama atau masuk ke segmen pasar berbeda, sehingga aliran pendapatan lebih stabil dan margin tetap terjaga saat biaya produksi naik.

  1. Olah Satu Bahan Baku Menjadi Varian Premium, dengan cara gunakan satu komoditas untuk membuat berbagai produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi, misalnya umbi-umbian tidak hanya jadi keripik, tapi juga tepung bebas gluten, mie sehat, camilan premium. Keuntunganya dapat mengoptimalkan kapasitas produksi, membidik segmen pasar lebih luas, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.
  2. Strategi Bundling untuk Menjaga Harga, dengan cara gabungkan produk utama dengan produk lain (pendamping) dalam satu paket jual. Misalnya Kopi + Snack dengan harga sedikit lebih tinggi, keuntunganya margin tetap terjaga, pelanggan merasa lebih banyak tanpa menaikkan harga produk utama secara frontal.
  3. Diversifikasi ke Segmen dengan Permintaan, dengan memilih produk sesuai permintaan pasar akan mudah mempertahankan jumlah produksi. Permintaan stabil atau bahkan meningkat akan menjaga kestabilan omset bahkan saat inflasi tinggi.
  4. Analisis Margin Setiap Lini Produk Baru, dengan langkah hitung biaya pokok produksi (BPP) secara mendalam untuk setiap varian baru, dan juga menentukan bauran produk serta monitor margin real-time dengan AI/aplikasi keuangan alan bisa masuk pada fase paling menguntungkan,
  5. Perbaikan Kualitas & Inovasi untuk Justifikasi harga, perbaikan kualitas dan peningkatan fitur serta layanan tambahan seperti packaging, rancang strategi pengemasan sehingga mampu memperpanjang masa simpan tanpa bahan pengawet kimia akan membuktikan produk punya nilai unik jelas, pelanggan lebih rela menerima penyesuaian harga
  6. Efisiensi Operasional dari Diversifikasi, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kapasitas mesin yang ada untuk produk baru, mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang harganya naik, memperluas pasar baik secara geografis maupun demografis untuk mengimbangi penurunan permintaan.
  7. Transparansi dengan Pelanggan, komunikasikan secara jujur bahwa ada penyesuaian harga karena bahan baku naik, transparansi + pelayanan konsisten akan menjadikan pelanggan tetap loyal,

Jika UMKM mampu melakukan diversifikasi bisa dipastikan akan mencapai margin hingga 30% (3x lipat lebih besar). Dengan strategi ini, UMKM bisa mempertahankan bahkan bisa meningkatkan keuntungan bersih meskipun persaingan ketat dan inflasi tinggi. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search