Tetaplah Menjadi Orang Baik

Tetaplah Menjadi Orang Baik
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Tetaplah berbuat baik meskipun terasa sulit. Kebaikan tidak selalu langsung dibalas atau dihargai oleh orang lain. Namun, memilih untuk tetap baik adalah cara menjaga ketenangan hati, integritas, dan prinsip diri tanpa harus ikut-ikutan berbuat buruk.

Memang tidak mudah menjadi orang baik. Sejak kecil, orang tua senantiasa menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada kita: “Jadilah orang baik dan teruslah menabur kebaikan, karena apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu tuai.”

Berpegang pada pesan tersebut, kita pun berusaha untuk selalu berbuat baik kepada rekan, sahabat, keluarga, serta orang-orang di sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, kita dihadapkan pada realita: kebaikan tidak selalu dibalas dengan kebaikan.

Sering kali, kebaikan justru dibalas dengan kejahatan. Orang yang pernah dibantu ternyata menipu. Sahabat yang sudah dianggap seperti saudara sendiri tega mengkhianati. Keluarga yang ditolong saat butuh uang justru menghilang meninggalkan tumpukan utang. Bahkan, orang yang diberi kesempatan kerja malah memfitnah dan memutarbalikkan fakta.

Perlahan, keyakinan pun memudar. Kita mulai bertanya-tanya, “Katanya kebaikan akan berbalas kebaikan, tapi mengapa kenyataannya berbeda? Apa yang salah?”

Yang salah adalah ekspektasinya. Kamu tidak bisa berbuat baik kepada seseorang lalu berharap orang tersebut akan membalasnya. Selama berharap kepada manusia, kamu akan terus merasa kecewa. Manusia memiliki keterbatasan, sifat pelupa, serta kepentingan yang bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, sandaran terbaik tempat menggantungkan harapan dan bertawakal hanyalah Sang Pencipta.

Ketahuilah, ketika menanam padi, yang tumbuh bukan hanya padi, tetapi juga ilalang di sekitarnya yang dapat mengganggu hasil panen. Apakah itu salahmu? Belum tentu. Itulah gambaran kehidupan. Berbuat baik tidak menjamin kamu hanya akan bertemu dengan orang-orang baik.

Akan ada orang yang menzalimi, menipu, atau mengecewakanmu. Semua cobaan dan kesedihan itu adalah ujian yang dirancang untuk membuatmu tumbuh lebih tangguh.

Lalu bagaimana dengan prinsip tabur tuai? Apakah kebaikan yang kita tabur tidak akan pernah kita tuai?

Dengarkan pesan ini baik-baik: kebaikan yang kamu lakukan untuk seseorang belum tentu dibalas oleh orang yang sama. Namun, kebaikanmu pasti akan terbalas. Jika bukan dari orang tersebut, bisa jadi melalui orang lain—bahkan dari mereka yang tidak pernah kamu kenal sebelumnya. Ingatlah, bukan manusia yang bertugas membalasnya, melainkan Tuhan yang melihat dan melipatgandakan setiap kebaikanmu.

Oleh sebab itu, maafkanlah mereka. Apabila kamu sukses, mungkin akan ada teman palsu di antara sahabat sejati. Bagaimanapun juga, tetaplah berusaha menjadi sukses. Ketika kamu berbuat baik, orang lain mungkin mencurigai ada maksud tersembunyi di baliknya. Bagaimanapun juga, tetaplah berbuat baik dan berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, ini bukanlah urusan antara kamu dan mereka, melainkan urusan antara kamu dan Tuhanmu. Menjadi orang baik memang penuh ujian, namun Allah menjanjikan bahwa kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri dan tidak akan pernah sia-sia.

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. Al-Isra’ [17]: 7)

Setiap kebaikan akan memberikan manfaat, ketenangan jiwa, serta keberkahan bagi pelakunya, sedangkan keburukan hanya akan membawa dampak buruk bagi diri sendiri. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search