Kejernian Hati, Kunci Hidup Tenang di Era Digital

Kejernian Hati, Kunci Hidup Tenang di Era Digital
www.majelistabligh.id -

Di tengah hantaman arus informasi global dan dinamika era digital yang bergerak cepat, manusia rentan terjebak dalam kecemasan hingga keputusasaan. Menghadapi tantangan ini, menjaga kejernihan hati, mengenali kapasitas diri, dan memperkuat kendali diri menjadi tiga fondasi utama untuk merawat ketenangan hidup.

Pesan penting tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengajian Semarak Milad ke-114 yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan karyawan Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (7/11/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman serta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti. Adapun tausiah utama disampaikan oleh Ustaz Irfan Rizki Haas.

Dalam ceramahnya, Ustaz Irfan mengingatkan bahwa di tengah gempuran pemberitaan negatif dan riuhnya dunia modern, umat Islam dilarang untuk berputus asa. Ia merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53.

“Sebagai seorang mukmin, kita dilarang berputus asa dari rahmat Allah Swt,” tegas Ustaz Irfan.

Untuk mengarungi zaman yang serba instan ini, Ustaz Irfan memaparkan tiga landasan hidup yang harus dipegang teguh:

  1. Menjaga Hati (Qalbin Salim) Hati adalah penggerak utama amal perbuatan manusia. Merujuk pada hadis Nabi saw, baik buruknya jasad sangat bergantung pada kondisi hati. Di hari kiamat kelak, ukuran keselamatan bukan lagi seberapa banyak harta atau keturunan yang dibawa, melainkan kebersihan hati (qalbin salim).
  2. Sadar Diri (Syakilah) Menukil Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 84, setiap individu diciptakan dengan potensi, kegemaran, dan peran yang unik. Menyadari kapasitas diri dan memahami medan pengabdian jauh lebih esensial daripada sekadar menuruti ambisi tanpa arah. Pemahaman ini membantu seseorang beradaptasi dengan baik di mana pun ia berada.
  3. Mengendalikan Diri Di era digital saat ini, informasi dan komentar dapat disebarkan dalam hitungan detik. Oleh karena itu, kemampuan menahan diri, bersabar, dan menyaring tindakan dari jeratan hawa nafsu adalah kunci keselamatan.

“Tidak semua hal harus diutarakan. Dengan kesabaran, keikhlasan, dan sandaran kepada Allah, kita akan melalui perjalanan hidup dengan lebih tenang,” tandas Ustaz Irfan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search