Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam mengawal masa transisi penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, kebijakan yang diambil pada tahun pertama transisi ini telah meletakkan penguatan tata kelola haji nasional di masa depan.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhadjir saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Lapangan Makodau, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Ia menilai Kemenhaj berhasil membawa kemajuan signifikan melalui berbagai kebijakan strategis selama masa peralihan ini.
“Ini adalah tahun pertama proses transisi, dan kita bisa melihat kebijakannya sudah berada di jalur yang tepat. Lompatan yang dilakukan sangat baik, terutama dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji yang lebih terintegrasi,” ujar Muhadjir.
Mantan Menko PMK ini menegaskan bahwa pembangunan ekosistem haji merupakan langkah krusial. Tujuannya agar pengelolaan ibadah haji tidak lagi sekadar berfokus pada rutinitas operasional tahunan, melainkan memiliki sistem yang kuat, berkelanjutan, dan adaptif dalam meningkatkan pelayanan bagi jemaah Indonesia.
Secara khusus, Muhadjir juga memuji kepemimpinan serta sinergi yang dibangun oleh Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah bersama seluruh jajaran dalam menyukseskan musim haji tahun ini.
“Saya berterima kasih kepada Menhaj dan Wamenhaj atas kolaborasi yang luar biasa. Kerja sama ini menjadi modal penting, tidak hanya dalam mengawal transisi, tetapi juga dalam mendongkrak kualitas layanan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M ini digelar sebagai forum konsolidasi nasional. Selain mengevaluasi pelaksanaan haji yang baru lalu, forum ini juga dirancang untuk merumuskan strategi penyempurnaan demi menyambut musim haji mendatang. (*/tim)
