Prof. Ahmad Muttaqin Dorong UMLA Perkuat Transformasi Digital Menuju Reputasi Global

Kegiatan penguatan arah pengembangan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).
www.majelistabligh.id -

Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membawa tantangan baru bagi perguruan tinggi. Kampus tidak cukup hanya mampu mengikuti perkembangan, tetapi dituntut berani bertransformasi agar tetap relevan, unggul, dan mampu bersaing di tengah perubahan global.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Prof. Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam kegiatan penguatan arah pengembangan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) yang berlangsung di Yogyakarta.

Mengangkat tema “UMLA, How Digital & Global Can You Go?”, Prof. Ahmad Muttaqin mengajak UMLA melihat perkembangan digital bukan sekadar persoalan penggunaan teknologi, melainkan sebagai momentum untuk membangun perubahan budaya dan pola pikir di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi dihadapkan pada perubahan besar yang dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (AI), perkembangan teknologi, perubahan demografi, serta semakin terbukanya persaingan pendidikan secara global. Kondisi tersebut menuntut institusi pendidikan memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus mempertahankan nilai dan identitas yang menjadi kekuatannya.

Salah satu kunci yang ditekankan adalah membangun digital mindset. Dalam materi yang disampaikan, terdapat sejumlah prinsip penting, di antaranya terbuka terhadap perubahan, berani mengambil risiko, fokus pada solusi, membangun kolaborasi dan jaringan, serta memiliki semangat belajar secara berkelanjutan.

“Transformasi digital tidak berhenti pada perangkat dan sistem. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh sivitas akademika memiliki cara berpikir yang siap menghadapi perubahan,” tandasnya.

UMLA Menuju Kampus yang Mendunia

Transformasi juga diarahkan untuk memperkuat posisi UMLA agar tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang kuat di tingkat lokal dan nasional, tetapi mampu membangun reputasi di tingkat global.

Dalam materi tersebut, masa depan perguruan tinggi digambarkan semakin tidak terbatas oleh ruang fisik. Teknologi membuka peluang bagi kampus untuk memperluas akses pendidikan, membangun jejaring lintas negara, serta mengembangkan ekspor jasa pendidikan melalui platform digital.

Karena itu, globalisasi UMLA perlu dibangun melalui penguatan kualitas akademik, riset, inovasi, kolaborasi, publikasi, serta peningkatan kualitas lulusan. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan menuju perguruan tinggi yang unggul dan memiliki pengakuan lebih luas.

Namun, menjadi kampus digital dan global tidak berarti kehilangan jati diri. Justru, nilai-nilai yang menjadi fondasi perguruan tinggi Muhammadiyah harus semakin diperkuat.

Islam Berkemajuan Menjadi Fondasi

Dalam paparan tersebut, Islam Berkemajuan ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Tauhid, Al-Qur’an dan Sunnah, ijtihad dan tajdid, wasathiyah, serta semangat rahmatan lil ‘alamin menjadi nilai yang menopang gerak kemajuan.

Di tengah perkembangan AI, peran dosen pun ikut berubah. Dosen tidak lagi hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dituntut menjadi mentor, pembimbing, dan pembentuk karakter mahasiswa. Dosen UMLA harus menjadi “sang aktor sejarah”, yakni subjek penting yang memiliki peran dalam menentukan arah perubahan dan kemajuan universitas.

Transformasi UMLA pada akhirnya bukan sekadar upaya menghadapi disrupsi. Lebih jauh, transformasi menjadi langkah strategis untuk membangun universitas yang mampu membaca peluang dan mengambil posisi dalam perubahan global.

Semangat tersebut membutuhkan proses yang konsisten. Keterbukaan terhadap perubahan, keberanian mencoba hal baru, kemampuan berkolaborasi, orientasi pada solusi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting dalam perjalanan tersebut.

Dengan fondasi nilai Islam Berkemajuan dan dukungan ekosistem digital, UMLA diharapkan mampu terus meningkatkan kualitasnya, memperluas jejaring, memperkuat reputasi, serta menghadirkan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. || Sulistiyowati

 

Tinggalkan Balasan

Search