Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjalin kerja sama strategis dengan PGRI Cabang Krian, Kabupaten Sidoarjo. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada Senin (6/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam memperluas akses pendidikan magister bagi para guru, sekaligus memperkuat pengabdian masyarakat, penelitian, dan pendampingan sekolah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Umsida, Prof. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., I.P.M., beserta jajaran pimpinan universitas. Sementara dari pihak mitra, hadir Ketua PGRI Cabang Krian, Abdul Rosyid, S.Pd., bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Prof. Hana menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan PGRI Cabang Krian kepada Pascasarjana Umsida. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan komitmen bersama yang berdampak langsung pada mutu pendidikan.
“Insyaallah Umsida akan menyelenggarakan proses pembelajaran sebaik-baiknya demi menghasilkan lulusan magister yang mampu mendongkrak kualitas pendidikan,” ujar Prof. Hana.
Lebih lanjut, Prof. Hana menekankan pentingnya komunikasi dua arah selama masa perkuliahan. Umsida berkomitmen untuk terbuka terhadap setiap aspirasi mahasiswa maupun pengurus PGRI.
“Jika ada kendala, segera sampaikan kepada kami agar bisa langsung ditindaklanjuti. Harapan kita sederhana: masuk bersama, belajar bersama, dan nantinya bisa wisuda bersama,” imbuhnya.
Selain program pascasarjana, Umsida juga membuka pintu untuk kolaborasi lain, seperti pemanfaatan teknologi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru secara berkala, hingga program penelitian bersama.
40 Guru Siap Tempuh Studi Magister
Ketua PGRI Cabang Krian, Abdul Rosyid, S.Pd., mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan realisasi dari program organisasi pasca-terbentuknya kepengurusan baru pada Oktober 2025 lalu. Salah satu fokus utamanya adalah membuka akses pendidikan lanjutan bagi para guru melalui kemitraan dengan perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama yang baru diinisiasi ini, dalam waktu singkat kami berhasil menjaring 40 guru sebagai calon mahasiswa pascasarjana. Ini adalah awal yang sangat baik,” kata Rosyid.
Wakil Ketua PGRI Cabang Krian, Muh Saifudin, M.Pd., menambahkan bahwa mayoritas peserta merupakan guru wali kelas. Oleh karena itu, mereka diarahkan untuk mengambil Program Studi Magister Pendidikan Dasar yang linier dengan profesi mereka.
Menanggapi kebutuhan para guru yang memiliki jadwal mengajar padat, Ketua Program Studi S2 Pendidikan Dasar Umsida, Dr. Enik Setyawati, M.Pd., menjelaskan bahwa kelas komunitas ini akan menerapkan konsep hybrid learning.
Melalui sistem ini, mahasiswa mendapatkan fleksibilitas untuk mengikuti perkuliahan, baik secara tatap muka (luring) di kampus maupun secara daring (online) sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Mahasiswa kelas komunitas ini diberikan keleluasaan untuk mengusulkan jadwal perkuliahan. Dengan sistem hybrid, para guru tetap bisa meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa harus mengorbankan tanggung jawab mengajar di sekolah,” pungkas Dr. Enik. (*/tim)
