Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melalui Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) resmi melepas 1.292 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 pada Kamis (2/7/2026). Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13 ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta.
Tahun ini, UMSURA memperluas jangkauan pengabdiannya ke sembilan wilayah domestik dan internasional. Lokasi KKN tersebut mencakup Arab Saudi, KKN LEX Singapura, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, Probolinggo, dan Gresik. Para mahasiswa ditargetkan membawa berbagai inovasi mutakhir guna mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Mengusung tema “Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global”, program KKN 2026 tidak sekadar menjadi aktivitas sosial, melainkan wadah hilirisasi hasil riset mahasiswa. Fokus utamanya adalah penerapan teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan untuk menjawab persoalan riil di masyarakat.
Rektor UMSURA, Prof. Mundakir, menegaskan bahwa KKN merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka sosial. Ia berpesan agar mahasiswa hadir dengan sikap rendah hati, bersedia mendengar kebutuhan warga, serta mampu menghadirkan solusi yang berdampak panjang.
“Kami ingin mahasiswa UMSURA tidak hanya menyelesaikan studinya di kampus, tetapi juga membawa inovasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui KKN ini, riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dihilirisasi hingga ke desa-desa,” ujar Prof. Mundakir.
Ia menambahkan, KKN adalah ruang aktualisasi implementasi nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membuktikan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemampuan problem-solving berbasis riset.
Sementara itu, Kepala LRIPM UMSURA, Arin Setyowati, menjelaskan adanya peningkatan metode pendekatan pada KKN tahun ini. Jika sebelumnya didominasi oleh pendekatan design thinking, kini proses pendampingan diperkuat sejak awal dengan tahapan empati.
“Melalui tahapan ini, mahasiswa diwajibkan memahami secara mendalam kebutuhan dan persoalan masyarakat sebelum merancang program kerja. Solusi yang ditawarkan pun menjadi lebih relevan dan berkelanjutan,” jelas Arin.
Lebih lanjut, Arin memaparkan bahwa program KKN 2026 secara spesifik diarahkan untuk mendukung lima poin besar dalam SDGs, yaitu:
- Tujuan 1: Tanpa Kemiskinan
- Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Tujuan 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
- Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Melalui integrasi antara pengabdian, riset, dan inovasi ini, UMSURA berharap berbagai praktik baik (best practices) yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat memperkuat reputasi akademik universitas sekaligus memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. (*/tim)
