Wajah Baru Sekolah di Bangka Belitung Usai Revitalisasi

Sekolah usai direvitalisasi menjadi bagus, indah dan nyaman. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memacu Program Revitalisasi Satuan Pendidikan guna menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, program ini berhasil menyulap sekolah-sekolah yang telah puluhan tahun minim perbaikan menjadi fasilitas pendidikan yang modern dan layak.

Komitmen ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025. Bersamaan dengan itu, ia juga menyerahkan pelaksanaan program tahun anggaran 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Bangka Belitung. Sementara pada tahun 2026, program berlanjut dengan alokasi sementara sebesar Rp44 miliar untuk 49 satuan pendidikan, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi.

Mendikdasmen menegaskan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan nasional.

“Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Senyum Baru di Ruang Kelas

Dampak nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Naswa Amanda, siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang. Sekolahnya yang berdiri sejak tahun 1990 itu sebelumnya mengalami kerusakan parah, mulai dari plafon ruang kelas yang sempat roboh hingga fasilitas toilet yang tidak layak.

“Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus,” ungkap Naswa dengan wajah bahagia.

Selain menikmati fasilitas sekolah yang baru, Naswa yang bercita-cita menjadi Polwan ini juga tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut diakuinya sangat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolahnya.

Tak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, pemerintah juga memperkuat kualitas kegiatan belajar mengajar lewat Program Digitalisasi Pembelajaran. Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif ke berbagai sekolah di Indonesia, yang dibarengi dengan pelatihan intensif bagi para guru.

Untuk memastikan teknologi ini dapat diakses secara merata, pemerintah menyiasati kendala geografis dan infrastruktur di sekolah terpencil dengan menyediakan dukungan jaringan internet satelit Starlink.

“Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup,” pungkas Mendikdasmen. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search