25 Guru, 18 Sekolah, 1 Komitmen: Memperkuat ISMUBA di Sekolah Muhammadiyah Surabaya

Rapat periodik Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ISMUBA SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sebanyak 25 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ISMUBA SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya berkumpul dalam rapat periodik untuk menyatukan langkah dan merumuskan penguatan program pendidikan Islam di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) ini bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, Jalan Simolawang Baru No. 25–27, dan diikuti perwakilan dari 18 SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang bertukar gagasan, mengevaluasi program, sekaligus menyusun langkah strategis agar pembelajaran dan pembiasaan nilai-nilai Islam di sekolah semakin terarah, seragam, dan berdampak bagi peserta didik.

Dalam arahannya, Pembina MGMP ISMUBA, Ust. Imam Sapari, M.Pd.I., menekankan pentingnya penguatan praktik ibadah melalui sistem yang lebih terukur. Salah satu gagasan utama yang didorong adalah Ujian Praktik (Uprak) Ibadah dengan sistem silang (pertukaran guru penguji antarsekolah).

“Sistem ini diharapkan menghadirkan standar penilaian yang lebih objektif sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman antarpendidik,” kata Ust. Imam Sapari.

Ia  menambahkan, forum juga mendorong adanya studi banding antarsekolah guna meningkatkan mutu pengelolaan ISMUBA, serta pertukaran narasumber pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) untuk memperkaya materi kegiatan keislaman.

Hal menarik lainnya adalah rencana penyusunan perangkat pembelajaran bersama, seperti Buku Panduan Ibadah, Panduan Ramadan, instrumen monitoring, dan LKS ISMUBA. Penyeragaman perangkat ini diharapkan dapat menjadi standar bersama bagi seluruh sekolah Muhammadiyah di Surabaya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen Kota Surabaya, Ust. Dicky Shadqamullah, mengingatkan bahwa penguatan pendidikan Islam bukan hanya tanggung jawab guru ISMUBA. Nilai-nilai Islam perlu dihidupkan melalui keterlibatan seluruh guru dan diintegrasikan ke dalam budaya sekolah.

Di tengah keterbatasan waktu pembelajaran, guru juga didorong menentukan skala prioritas agar materi penting Pendidikan Agama Islam (PAI) tetap tersampaikan secara optimal. Keseragaman buku panduan, bahan penunjang, serta instrumen monitoring turut menjadi fokus agar pelaksanaan program antarsekolah memiliki arah yang makin jelas.

Pembahasan juga meluas pada penguatan Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab. Forum mendorong penyelenggaraan sekolah ideologi bagi guru ISMUBA, penguatan peran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta pendataan keaktifan siswa dalam organisasi.

Di bidang Bahasa Arab, muncul gagasan penuntasan kemampuan membaca aksara Arab, target hafalan/khatam Juz 30, hingga menghidupkan kembali program dwibahasa (bilingual) Arab–Indonesia.

Dari diskusi tersebut, lahir sejumlah usulan konkret, di antaranya:

  • Penguatan Uprak Ibadah: Fokus thaharah untuk kelas 7, salat jenazah untuk kelas 8, dan manasik haji untuk kelas 9.
  • Pertemuan Rutin: Disepakati setiap dua bulan sekali.
  • Tim Penulis Bersama: Pembentukan tim untuk menyusun panduan Ramadan, panduan ibadah harian dan monitoring, serta LKS Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab.

Tidak hanya fokus pada kurikulum, MGMP ISMUBA juga membuka ruang inovasi melalui rencana lomba pidato Bahasa Arab. Bahkan, muncul gagasan kelakar namun substantif untuk “meng-Cambridge-kan Bahasa Arab”—sebuah pemantik ide agar pembelajaran Bahasa Arab menjadi lebih modern, menarik, dan berstandar internasional.

Sebagai tindak lanjut, agenda Upgrading MGMP ISMUBA dijadwalkan pada 23–24 Oktober 2026 mendatang. Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) ISMUBA juga akan segera digelar untuk mematangkan seluruh program yang telah dirumuskan.

Rapat periodik ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat. Dengan semangat satu visi dan satu gerak, MGMP ISMUBA diharapkan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga muara lahirnya inovasi nyata demi menghadirkan pendidikan ISMUBA yang bermutu, relevan, dan berkemajuan. || aziz m akhsan

 

Tinggalkan Balasan

Search