Komisi Warisan Budaya Arab Saudi menemukan sebuah masjid bersejarah yang diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriah. Tempat ibadah ini terkuak dalam musim keempat penggalian arkeologi di situs Al Maallamah, kawasan kuno di barat daya Kerajaan yang kaya akan sejarah pertambangan.
Penemuan ini menjadi pijakan penting untuk memahami penyebaran Islam pada periode awal. Pasalnya, masjid tersebut berdiri di tengah kawasan yang telah berkembang sebagai pusat ekonomi, pertambangan, dan permukiman sejak masa pra-Islam hingga abad ke-9 Masehi. Kehadirannya membuktikan bahwa aktivitas keagamaan tumbuh berdampingan dengan dinamika ekonomi masyarakat setempat saat itu.
Dilansir Gulf News, Rabu (16/9/2026), bangunan masjid berdiri kokoh menggunakan batuan granit yang dipahat presisi. Berukuran 16 x 10 meter, struktur bangunan ini menonjolkan arsitektur sederhana namun presisi, terutama pada bagian mihrab, pintu masuk, hingga menaranya.
Di sekeliling masjid, tim arkeolog menemukan deretan ruang batu yang saling terhubung. Ruangan tersebut diperkirakan berfungsi sebagai fasilitas publik dan komersial, mulai dari tempat penyimpanan barang hingga penampungan air.
Selain struktur bangunan, penggalian juga mengungkap berbagai artefak domestik seperti pecahan batu sabun, wadah tembikar, peralatan batu, alu, dan batu penggilingan. Temuan ini memberikan gambaran jernih mengenai kehidupan sehari-hari sekaligus tingkat keterampilan pengolahan bahan masyarakat Al Maallamah masa lalu.
“Perpaduan antara masjid, area ekonomi, dan artefak harian mempertegas bahwa Al Maallamah bukan sekadar tambang terisolasi, melainkan kawasan permukiman yang kompleks,” tulis Gulf News.
Secara historis, Al Maallamah merupakan pusat penambangan bijih emas, perak, dan tembaga. Uji laboratorium terhadap sampel organik dari penggalian sebelumnya menunjukkan aktivitas tambang sudah berlangsung sejak era pra-Islam, lalu mencapai puncak kejayaannya pada akhir abad ke-6 hingga abad ke-9 Masehi.
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi menegaskan akan terus melanjutkan eksplorasi dan penggalian di berbagai wilayah Kerajaan. Selain memperluas survei, lembaga ini juga fokus mengembangkan metode dokumentasi dan perlindungan benda cagar budaya. (*/tim)
