Aksi Nyata FOLU Goes to School di Lebak: Sulap Sekolah Jadi Sudut Hijau Literasi

Aksi Nyata FOLU Goes to School di Lebak: Sulap Sekolah Jadi Sudut Hijau Literasi
www.majelistabligh.id -

Edu Forest Berkemajuan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhamamdiyah bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggelar pelatihan lingkungan bertajuk “FOLU Goes to School” di SMK 1 Muhammadiyah Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (23/5). Mengusung tema “Edu Forest Berkemajuan: Menciptakan Sudut Hijau sebagai Tempat Literasi yang Asri dan Berkemajuan”, kolaborasi ini menyasar generasi muda untuk terlibat langsung dalam aksi mitigasi perubahan iklim sejak dini.

Acara yang berlangsung khidmat dan antusias ini dihadiri oleh Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, kelompok Edu Forest Berkemajuan, Kepala Desa setempat, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta perwakilan dari unsur guru dan siswa-siswi sekolah di wilayah Leuwidamar kabupaten Lebak Banten.

Mendorong Literasi dan Mitigasi Iklim
Ketua kelompok Edu Forest Berkemajuan Ahmad Haryadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan (enviromental awareness) sekaligus menyediakan ruang belajar yang sehat bagi siswa.

“Kami ingin menciptakan ‘Sudut Hijau’ di sekolah-sekolah. Bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjadikannya sebagai pusat literasi yang asri. Tempat di mana siswa bisa membaca, berdiskusi, dan belajar dengan udara yang segar,” ujarnya.

Sedangkan dari majelis lingkungan Hidup PP Muhammadiyah yang disampaikan oleh Djihadul mubarok (Sekretaris MLH PP Muhammadiyah) dalam sambutanya Manfaat dari kegiatan ini diharapkan mampu mengubah perilaku warga sekolah agar lebih peduli terhadap ekosistem. Selain memberikan udara yang lebih bersih di lingkungan sekolah, keberadaan sudut hijau ini juga menjadi laboratorium alam mini bagi para guru dan siswa untuk mempraktikkan ilmu biologi dan lingkungan hidup.

Tantangan Lingkungan di Lebak
Kabupaten Lebak saat ini menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks, mulai dari ancaman degradasi lahan, berkurangnya area resapan air, hingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Melalui kegiatan ini, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Edu Forest Berkemajuan MLH PP Muhamamdiyah menaruh harapan besar agar sekolah-sekolah di Lebak dapat menjadi agent of change (agen perubahan) dalam memulihkan kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Peran Strategis Siswa Menuju FOLU Net Sink 2030
Pelatihan ini juga mengupas tuntas peran krusial sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui target nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030—sebuah kondisi di mana tingkat serapan karbon sektor kehutanan sudah seimbang atau bahkan lebih tinggi daripada tingkat emisi yang dihasilkan pada tahun 2030.

Dalam sesi pelatihan, para siswa diberikan materi dari 3 narasumber serta diajarkan tindakan nyata yang bisa mereka lakukan sehari-hari untuk meminimalisasi emisi dan menyukseskan target tersebut, antara lain:
• Aksi Menanam dan Merawat: Mengadopsi pohon di lingkungan sekolah dan rumah untuk memaksimalkan penyerapan karbon
• Penerapan Zero Waste di Sekolah: Mengurangi sampah plastik dan memilah sampah organik untuk dijadikan kompos penubur tanaman.
• Kampanye Digital: Menjadi kreator konten lingkungan untuk menyebarkan virus peduli bumi kepada generasi sebaya melalui media sosial.

Melalui sinergi antara BPDLH, Edu Forest Berkemajuan, pihak sekolah, kegiatan “FOLU Goes to School” di Lebak ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemantik gerakan hijau yang berkelanjutan di Provinsi Banten. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search