Pernah melihat istilah medis di kertas pemeriksaan lalu langsung merasa bingung? Kata-kata seperti abses, edema, emboli, neuralgia, leukositosis, nefrisis, hingga tuberkulosis memang terdengar asing. Padahal, istilah tersebut merupakan bahasa khusus dunia kesehatan untuk menjelaskan kondisi tubuh secara lebih tepat.
POIN PENTING
* Istilah medis memiliki arti khusus.
* Satu istilah tidak selalu berarti nama penyakit.
* Maknanya harus dilihat berdasarkan konteks pemeriksaan.
Abses berarti kumpulan nanah akibat proses infeksi atau peradangan. *Edema* berarti pembengkakan akibat penumpukan cairan dalam jaringan. *Atrofi* berarti penyusutan atau mengecilnya jaringan maupun organ.
POIN PENTING
* Abses = kumpulan nanah.
* Edema = pembengkakan akibat penumpukan cairan.
* Atrofi = penyusutan jaringan atau organ.
Istilah *alergi* menggambarkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu. *Asma* berkaitan dengan peradangan dan penyempitan saluran napas. Sementara *bronkitis* merupakan peradangan pada saluran bronkus.
POIN PENTING
* *Alergi* = respons imun terhadap pemicu tertentu.
* *Asma* = gangguan pada saluran napas dengan peradangan dan penyempitan.
* *Bronkitis* = peradangan pada bronkus.
Dalam sistem jantung dan pembuluh darah terdapat *aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. **Angina* merujuk pada nyeri atau rasa tidak nyaman di dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. *Flebitis* berarti peradangan pada vena.
POIN PENTING
* *Aorta* = arteri terbesar.
* *Angina* = nyeri/rasa tidak nyaman di dada terkait aliran darah ke jantung.
* *Flebitis* = peradangan vena.
* *Arteriosklerosis* = pengerasan atau berkurangnya kelenturan arteri.
Pada darah terdapat istilah *anemia, **leukositosis, dan **leukemia*. Anemia berkaitan dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin. Leukositosis berarti jumlah sel darah putih meningkat. Leukemia merupakan kanker pada jaringan pembentuk darah.
POIN PENTING
* *Anemia* ≠ leukemia.
* *Leukositosis* = peningkatan sel darah putih.
* *Leukemia* = kanker jaringan pembentuk darah.
* Jangan menyimpulkan diagnosis hanya dari satu istilah.
*Diabetes* merupakan kelompok penyakit dengan kadar gula darah tinggi secara menetap akibat gangguan produksi atau kerja insulin. *Tiroid* adalah kelenjar di leher yang menghasilkan hormon penting bagi metabolisme. *Kelenjar pituitari atau hipofisis* mengatur berbagai fungsi hormonal.
POIN PENTING
* *Diabetes* berkaitan dengan pengaturan gula darah.
* *Tiroid* merupakan kelenjar penghasil hormon.
* *Hipofisis* berperan penting dalam pengaturan hormon tubuh.
*Hepatitis* berarti peradangan hati. *Pankreas* merupakan organ yang berperan dalam pencernaan dan pengaturan gula darah. *Peritonium* adalah lapisan yang melapisi rongga perut dan sebagian organ di dalamnya.
POIN PENTING
* *Hepatitis* = peradangan hati.
* *Pankreas* = berperan dalam pencernaan dan pengaturan gula darah.
* *Peritonium* = lapisan rongga perut.
Dalam sistem saraf terdapat *neuralgia, yaitu nyeri yang berkaitan dengan saraf, dan **neuritis, yaitu peradangan saraf. Istilah **neurosis* merupakan istilah lama dalam psikologi/psikiatri yang penggunaannya kini lebih terbatas.
POIN PENTING
* *Neuralgia* = nyeri berkaitan dengan saraf.
* *Neuritis* = peradangan saraf.
* Istilah neurologis perlu dipahami berdasarkan konteks pemeriksaan.
Pada kulit terdapat istilah *eksim, **impetigo, dan **kutaneus*. Eksim merupakan kelompok kondisi peradangan kulit. Impetigo adalah infeksi kulit yang menular. Sedangkan kutaneus berarti sesuatu yang berkaitan dengan kulit.
POIN PENTING
* *Eksim* = kondisi peradangan kulit.
* *Impetigo* = infeksi kulit yang menular.
* *Kutaneus* = berkaitan dengan kulit.
Istilah *biopsi* berarti prosedur mengambil sampel jaringan untuk diperiksa. *Anestesi* berkaitan dengan tindakan atau obat untuk menghilangkan rasa sakit atau kesadaran sesuai kebutuhan prosedur. *Intravena* berarti melalui pembuluh darah vena.
POIN PENTING
* *Biopsi* = pengambilan sampel jaringan.
* *Anestesi* = tindakan/obat untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi sesuai prosedur.
* *Intravena* = melalui vena.
Ada pula istilah bidang kedokteran seperti *pediatri, **ginekologi, dan **ortopedi*. Pediatri berfokus pada kesehatan anak. Ginekologi berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi perempuan. Ortopedi berkaitan dengan tulang, sendi, otot, dan sistem gerak.
POIN PENTING
* *Pediatri* = kesehatan anak.
* *Ginekologi* = kesehatan reproduksi perempuan.
* *Ortopedi* = tulang, sendi, otot, dan sistem gerak.
*Emboli* berkaitan dengan sumbatan pembuluh darah oleh material yang terbawa aliran darah. *Sepsis* merupakan kondisi serius akibat respons tubuh terhadap infeksi yang dapat menyebabkan gangguan fungsi organ. *Tuberkulosis (TBC)* adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
POIN PENTING
* *Emboli* = sumbatan pembuluh darah.
* *Sepsis* = kondisi serius akibat respons tubuh terhadap infeksi.
* *TBC* = penyakit infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis.
Yang paling penting, jangan melakukan diagnosis sendiri hanya karena menemukan istilah medis tertentu. Kata seperti anemia, emboli, diabetes, atau leukositosis tidak dapat dipahami secara lengkap tanpa melihat riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
POIN PALING PENTING
* *Istilah medis bukan otomatis diagnosis.*
* *Jangan panik hanya karena membaca kata yang terdengar menakutkan.*
* *Jangan mendiagnosis diri sendiri.*
* *Tanyakan arti istilah kepada dokter atau tenaga kesehatan.*
* *Selalu pahami istilah berdasarkan konteks pemeriksaan.*
Pada akhirnya, mengenal istilah medis adalah bagian dari literasi kesehatan. Kita tidak harus menjadi dokter untuk memahami bahasa kesehatan. Namun, semakin banyak yang kita pahami, semakin kecil kemungkinan kita salah mengartikan hasil pemeriksaan atau percaya pada informasi kesehatan yang menyesatkan.
MAKNA BESARNYA
Jangan takut pada istilah medis yang rumit. Pahami maknanya, lihat konteksnya, dan jangan terburu-buru menyimpulkan. Dalam kesehatan, memahami satu kata dengan benar jauh lebih penting daripada sekadar mampu membacanya. (*)
