Sikap melampaui batas tidak hanya diukur dari kejahatan fisik, tetapi juga bisa lahir dari tajamnya kata-kata, prasangka tanpa dasar, hingga penyalahgunaan kekuasaan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Rofiul Wahyudi, di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, akhir pekan lalu.
Rofiul mengingatkan umat Islam agar senantiasa menjaga perilaku serta perbuatan dari sikap yang merugikan diri sendiri maupun sesama. Menurutnya, tindakan melampaui batas sering kali terjadi tanpa disadari.
“Mereka tidak membunuh, tetapi menuduh. Tidak mencuri, namun berprasangka tanpa bukti. Mereka melukai bukan dengan senjata, melainkan dengan kata-kata,” tutur Rofiul.
Ia menambahkan bahwa bentuk melampaui batas juga kerap terlihat saat seseorang memicu perselisihan, merendahkan sesama, atau memanfaatkan wewenang demi kepentingan pribadi. Perilaku ini perlahan mengikis nilai kejujuran dan menggeser amanah yang diemban.
“Mereka tidak mengkhianati amanah secara terbuka, melainkan menukarnya demi kepentingan. Mereka tidak meninggikan suara, tetapi merendahkan sesama,” lanjutnya.
Guna membentengi diri dari perbuatan tersebut, Rofiul mengajak jamaah merenungkan pesan Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53–55. Ia menegaskan bahwa betapa pun besarnya kesalahan yang pernah dilakukan, pintu tobat dan rahmat Allah selalu terbuka lebar.
Melalui ayat ke-53 yang berbunyi, “Qul yā ‘ibādiyalladzīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh” (Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah), Allah memanggil hamba-Nya untuk kembali.
Rofiul menjelaskan bahwa ayat berikutnya (ayat 54 dan 55) berisi seruan aktif agar umat Islam segera bertobat, berserah diri, serta konsisten mengikuti petunjuk terbaik dalam Al-Qur’an (Wattabi‘ū aḥsana mā unzila ilaikum).
Ia juga mengajak umat untuk terus memohon bimbingan Ilahi agar terhindar dari segala bentuk perilaku yang melampaui batas.
“Semoga kita senantiasa mendapatkan bimbingan Allah Swt agar terhindar dari perbuatan yang melampaui batas, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (*/tim)
