Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan tak ada satu rupiah pun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) umat yang digunakan untuk pembuatan maupun penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
Klarifikasi ini disampaikan guna menjawab kecurigaan publik setelah buku bertajuk Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam tersebut kembali viral dan memicu perdebatan hangat di media sosial.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan keterlibatan lembaganya dalam acara peluncuran buku tersebut sebatas bentuk sinergi kelembagaan dan peningkatan literasi dakwah, bukan pembiayaan penerbitan apalagi bentuk dukungan politik praktis.
“Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga,” ujar Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Sodik secara tegas membantah spekulasi penggunaan dana umat. Ia menekankan bahwa penyusunan dan penerbitan buku tersebut murni dilakukan di luar operasional BAZNAS.
“Pertama, pembuatan dan penerbitan buku tersebut sama sekali tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Buku ini juga tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim BAZNAS,” tegasnya.
Murni Sinergi Kelembagaan
Mengenai hadirnya BAZNAS dalam momen peluncuran buku saat Rakornas BAZNAS 2025 lalu, Sodik menyebut hal itu merupakan bagian dari kerja sama literasi dakwah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Di sisi lain, Sodik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sendiri secara konsisten memberikan dukungan terhadap BAZNAS, baik secara kebijakan maupun personal.
“Beliau juga mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya kepada BAZNAS. Saat ini kami sedang menyiapkan beberapa program unggulan untuk masyarakat yang bersumber murni dari dana pribadi Presiden Prabowo,” ungkap Sodik.
Ia pun menyambut baik perhatian dan kritik dari masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pengawasan dana umat.
Sorotan publik terhadap buku ini kembali memuncak setelah foto sampul dan daftar isinya beredar luas di media sosial. Publik menyuarakan beragam spekulasi terkait pemilihan judul hingga atribusi tulisan tokoh-tokoh di dalamnya.
Buku setebal 368 halaman ini diterbitkan pada 2025 dan disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, serta Mush’ab Muqoddas. Penulisannya diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.
Peluncurannya sendiri dilakukan secara resmi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di Jakarta pada 26 Agustus 2025 lalu,atau lebih dari setahun lalu. (*/tim)
