Bermain adalah Hakikat Pembelajaran PAUD

Dirjen PAUD Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, hadir dalam Konferensi dan Workshop pendidikan usia dini. (ist)
www.majelistabligh.id -

Direktorat Jenderal PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, hadir dalam Konferensi dan Workshop Early Childhood Professional Learning Series VIII yang berlangsung Sabtu-Selasa (11–14/4/2026). Hadir sebagai narasumber Pamela C. Phelps, pendidik dan peneliti internasional, serta penulis Beyond Center and Circle Time (BCCT).

Acara ini mengusung semangat Strengthening Early Childhood Education Together dengan fokus membangun kembali fondasi pembelajaran anak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, Gogot Suharwoto memberikan apresiasi kepada institusi yang menunjukkan semangat belajar dan menyampaikan visi masa depan pendidikan.

Ia menekankan bahwa semangat belajar dan keberanian menyusun visi adalah fondasi penting bagi penguatan PAUD di Indonesia. “Apresiasi ini adalah dorongan agar institusi terus berinovasi dan berkolaborasi,” ujar Gogot.

Materi Utama: Pamela C. Phelps

Dalam sesi utama, Dr. Pamela menekankan bahwa kesejahteraan emosional, kompetensi sosial, dan kemampuan kognitif adalah fondasi perkembangan manusia. Ia menyoroti pentingnya beberapa hal ini.

  • Lima tahun pertama sebagai masa pertumbuhan pesat
  • Hubungan penuh kasih dan responsif sebagai dasar kesehatan dan perkembangan
  • Bermain sebagai hakikat pembelajaran yang kini sering terabaikan karena tekanan standar dan teknologi.
  • Peran sistem limbik dalam mengoptimalkan pembelajaran melalui pengalaman positif.

Pamela juga mengaitkan teori Seven Essential Life Skills dari Ellen Galinsky, yang menekankan keterampilan hidup esensial seperti fokus, komunikasi, berpikir kritis, dan perspective taking. Ia menekankan bahwa perspective taking atau kemampuan memahami sudut pandang orang lain, sering kali terlewatkan. Padahal menjadi kunci dalam membangun kehidupan sosial anak.

Wajib Belajar 13 Tahun

Selain materi internasional, acara ini juga menampilkan kebijakan nasional seperti Buku Desain Besar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Dashboard Profiling PAUD di Indonesia. Keduanya menjadi kerangka kerja untuk memastikan layanan PAUD merata, berbasis data, dan dapat diukur keberhasilannya.

Dirjen Gogot juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun. Hal itu mencakup 1 tahun prasekolah, 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, dan 3 tahun sekolah menengah atas.

Dia berharap, kebijakan ini dapat memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang utuh sejak usia dini hingga remaja, dengan fondasi kuat pada masa prasekolah.

Dia juga memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan dan menekankan pembiasaan positif sejak dini. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search