Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kepenulisan Dasar (PKD) pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh seluruh anggota IPM kelas VII dan VIII sebagai upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan menulis di kalangan pelajar.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Adenmas Satria Manggala. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang dunia kepenulisan, tetapi juga menghasilkan karya nyata dari para peserta.
“Melalui Pelatihan Kepenulisan Dasar ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengembangkan kemampuan menulisnya hingga menghasilkan karya yang layak dibaca. Output yang ingin kita capai adalah terwujudnya sebuah buku antologi cerpen karya anggota IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya sebagai bukti bahwa pelajar mampu berkarya dan menginspirasi melalui tulisan,” ujarnya.
Adenmas juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal menjadi penulis muda yang produktif.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustadz Banjar, turut memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di era digital saat ini.
Menurutnya, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata-kata, melainkan sarana berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta media dakwah yang efektif. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, sekolah, maupun masyarakat luas.
“Literasi adalah bagian penting dalam membangun peradaban. Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat membaca dan menulis di kalangan pelajar sehingga lahir generasi yang tidak hanya gemar mengonsumsi informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bernilai,” tuturnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Ustaz Didik Hermawan, Pembina IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta memahami makna menulis dari perspektif keislaman dan pengembangan diri.
Ditambahkannya, menulis memiliki landasan teologis yang kuat dalam Islam. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW melalui Surah Al-‘Alaq diawali dengan perintah membaca, yang menjadi fondasi lahirnya tradisi ilmu pengetahuan dan literasi. Menulis menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga, menyebarkan, dan mengembangkan ilmu dari generasi ke generasi.
“Menulis adalah bentuk legasi atau warisan intelektual. Harta bisa habis, jabatan bisa berakhir, tetapi tulisan akan tetap hidup dan memberi manfaat selama dibaca oleh orang lain,” jelasnya di hadapan peserta.
Selain membahas aspek filosofis dan teologis, Ustaz Didik juga memberikan materi teknis mengenai penulisan cerita pendek (cerpen). Peserta diperkenalkan pada struktur dasar cerpen yang meliputi orientasi, munculnya konflik, klimaks, hingga penyelesaian cerita. Materi ini disampaikan secara interaktif dengan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Tidak hanya itu, peserta juga belajar mengenai Point of View (POV) atau sudut pandang dalam cerita. Dijelaskan bahwa pemilihan sudut pandang sangat menentukan cara pembaca memahami alur dan karakter dalam sebuah cerita. Berbagai jenis POV, seperti sudut pandang orang pertama, orang ketiga terbatas, dan orang ketiga serba tahu, dikenalkan sebagai bekal untuk menyusun cerpen yang menarik dan mudah dipahami.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mencoba menyusun ide cerita yang nantinya akan dikembangkan menjadi karya tulis.
Melalui Pelatihan Kepenulisan Dasar ini, PR IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya berharap dapat menumbuhkan budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan target penerbitan buku antologi cerpen karya anggota IPM sebagai wadah kreativitas dan ekspresi para pelajar.
Dengan semangat literasi dan berkarya, diharapkan lahir penulis-penulis muda yang tidak hanya mampu menuangkan gagasan secara baik, tetapi juga menjadikan tulisan sebagai sarana dakwah, inspirasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa. (denmas)
