PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperluas kolaborasi strategis dengan Persyarikatan Muhammadiyah untuk mengintegrasikan layanan perbankan syariah di sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan dana institusi.
Lewat kerja sama ini, BSI membidik potensi ekosistem yang mencakup 164 perguruan tinggi, 50.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga peluang pengelolaan layanan Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah dengan nilai mencapai Rp700 miliar.
Komitmen besar tersebut ditandai melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) serentak dalam perhelatan BSI International Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
Tiga entitas utama Muhammadiyah yang menjadi mitra strategis BSI dalam kesepakatan ini mencakup Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Lembaga Pengembang UMKM (LP-UMKM) PP Muhammadiyah, serta Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi panjang BSI dalam memperkuat penetrasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui jaringan Muhammadiyah yang solid dan tersebar luas.
“BSI ingin hadir lebih dari sekadar penyedia layanan perbankan. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi,” ujar Erwan.
Pada sektor pendidikan, BSI menyasar penguatan infrastruktur finansial di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kerja sama ini memuat pengembangan ekosistem digital perbankan untuk operasional kampus, sekaligus menyediakan solusi transaksi keuangan syariah secara komprehensif bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.
Sementara di sektor riil, kemitraan bersama LP-UMKM PP Muhammadiyah difokuskan pada penguatan kapabilitas bisnis serta akses pembiayaan syariah bagi 50.000 UMKM binaan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong naik kelasnya pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah.
Adapun pada lini pengelolaan dana, sinergi BSI bersama Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah membuka peluang besar penyediaan layanan kustodian yang aman, transparan, dan akuntabel. Dengan potensi penempatan dana mencapai Rp700 miliar, kolaborasi ini diyakini memperkokoh fondasi kelembagaan serta mengoptimalkan imbal hasil pengelolaan dana pensiun berbasis prinsip syariah.
Melalui integrasi tiga sektor vital ini, BSI dan Muhammadiyah tidak hanya memperkuat posisi industri keuangan syariah nasional, tetapi juga menciptakan model ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan. (*/tim)
