Campur Aduk

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Campur aduk antara kebenaran dan kebatilan atau disebut talbis al-haq bil-bathil adalah perbuatan menyamarkan ajaran yang benar dengan kebohongan. Mencampur kebenaran dan kebohongan agar tampak benar, sehingga orang lain percaya pada kesesatan.

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu mencampur-adukkan kebenaran dengan kebathilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 42)

Larangan ini merupakan larangan yang besar dan serius. Hal ini karena mereka yang mencampur-adukkan antara yang haq dan yang bathil, antara ketaatan dan kemaksiatan, antara kebenaran dan kebohongan,  menyebabkan hukum Allah Azza wa Jalla bercampur aduk antara larangan dan perintah.

Dililihat dari sisi bahasa, kata تَلْبِسُواْ (talbisuu) bisa berasal dari kata la-bi-sa (memakai) atau la-ba-sa (mengacaukan, menyamarkan) atau al-ba-sa (memakaikan).

Kalau dipadukan bisa menjadi: “Memakai pakaian kebenaran ( al-haq) untuk menutupi tubuh aslinya yang salah ( al-bathil)…

Maka, orang yang membantu, setuju atau membiarkan tindakan ini disebut memakaikan pakaian kebenaran (al-haq) kepada kebathilan (al-bathil). Baik yang memakai ataupun yang memakaikan pakaian kebenaran (al-haq) kepada kebathilan (al-bathil) punya andil yang sama di dalam mengacaukan pandangan publik tentang yang benar.

Semoga kita dapat mengetahui dan mengikuti yang benar adalah benar, dan berlindung dari yang salah adalah salah. Terdapat doa yang sebaiknya kita panjatkan setiap setelah salat.

اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kepada kami yang bathil itu bathil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Makna dan inti doa adalah meminta kejelasan pandangan hati: Memohon agar kebenaran dan kebatilan tidak terlihat samar atau tercampur aduk di dalam hati:

Memohon Kekuatan Amal: Menyadari bahwa tahu saja tidak cukup; manusia butuh taufik dan kekuatan nyata untuk, melangkah di jalan yang benar.

Menghindari Kesesatan: Berlindung agar tidak salah menilai sesuatu yang buruk tampak indah atau sebaliknya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search