Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Tahun 2026. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kader Posyandu melalui Literasi Fikih Menyusui sebagai Upaya Pencegahan Stunting”.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Poltekes Kesehatan ‘Aisyiyah Banten yang terdiri atas Bd. Lina Marliana, M.Kes, Bd. Nay Lufar, M.Keb, dan Suwandi, M.Pd. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar tidak hanya memiliki pemahaman mengenai pentingnya menyusui bagi kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.

Dalam kegiatan tersebut, Suwandi, M.Pd. memberikan materi mengenai literasi fikih menyusui dan relevansinya dalam mendukung peran kader Posyandu dalam memberikan pendampingan kepada ibu dan keluarga.
“Praktik menyusui tidak hanya memiliki dimensi kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial, keluarga, serta nilai keagamaan yang penting dipahami oleh kader ketika memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Suwandi, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi secara langsung dan berkelanjutan dengan ibu, bayi, balita, serta keluarga di masyarakat.
Kader Posyandu, lanjut Suwandi, bukan hanya membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan di masyarakat, tetapi juga menjadi sumber informasi yang dekat dengan keluarga.
“Karena itu, peningkatan literasi kader mengenai fiqh menyusui diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan edukasi yang tepat, mudah dipahami, dan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” ujar Suwandi.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai fikih menyusui dapat menjadi salah satu pendekatan edukatif dalam membangun kesadaran keluarga mengenai pentingnya dukungan terhadap proses menyusui. Dukungan keluarga dan lingkungan diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, para kader juga didorong untuk lebih aktif dalam memberikan informasi, melakukan pendampingan, serta mengidentifikasi kebutuhan ibu dan anak di wilayah kerjanya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Posyandu sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Tim pengabdian menilai, upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan keluarga, dukungan terhadap kesehatan dan nutrisi ibu dan anak, penguatan praktik pengasuhan, serta keterlibatan kader dan masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menjadi wujud implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, khususnya dalam mengintegrasikan keilmuan kesehatan dengan nilai-nilai Islam dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.
Lina Marliana, M.Kes menambahkan, selain memberikan manfaat kepada kader, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan efek berkelanjutan melalui proses transfer pengetahuan dari kader kepada ibu, keluarga, dan masyarakat. Kader yang telah memperoleh penguatan literasi diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang terus menyampaikan informasi mengenai kesehatan ibu dan anak serta pentingnya dukungan terhadap praktik menyusui.
Program ini membawa semangat kolaboratif, peduli, edukatif, dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibu serta anak.
Melalui penguatan kapasitas kader Posyandu dan literasi fikih menyusui, Poltekes ‘Aisyiyah Banten berharap lahir kader-kader yang semakin percaya diri dan kompeten dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap terciptanya keluarga yang lebih sadar kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. “Sehat Ibu dan Anak, Generasi Kuat Indonesia. (Nay Lufar, M.Keb)
